Thursday, July 23, 2015

Wisudaku

Ini kejadian tahun lalu.  Tepatnya saat aku wisuda S3.  Sebenarnya sih gak bangga-bangga amat, lha aku lulus 4,8 tahun. kalau berdasar jatah beasiswa sih gak masalah, tapi aku adalah lulusan no 3 dari bawah... artinya 14 orang temanku telah lulus mendahuluiku.  sementara dua orang yg belum lulus juga bukan saingan lha yang satu melahirkan, satunya lagi sakit.  aku yang sehat meger-meger tentu saja menang. 
Mengapa lama???
jangan dilihat dari sisi UBnya.  lihatlah dari sisi Perbanas.  Kuliah adalah piknik bagi dosen Perbanas, mana ada orang piknik pulang cepet-cepet. itulah gambarannya. Apalagi, dapat kesempatan shortcourse ke Brisbane lagi,,, wuihhh seneeeng banget.
singkat cerita aku lulus dan wisuda.  seperti pada umumnya, aku wisuda bawa anak dan suami.  Malemnya masih sempat ke BNS




Tuesday, July 14, 2015

Pengalaman Baru, Berjualan melalui OLX

Sungguh sebuah pengalaman yang sangat berguna.  Tiba-tiba Idho ingin menjual reel pancingnya. Maka dengan coba-coba, kita masukkan iklan gratis di OLX, reelnya dipoto. posting!! setelah proses validasi, maka beberapa waktu kemudian iklan kita tayang dan .....alhamdulillah  laku, sodara-sodara.
hmmm senengnyaaaa....
ini potonya

Ais langsung tolah toleh di rumah... barangkali ada barang yang layak untuk dijual... he..he..
Sofa tua..., meja kursi tamu yang tidak matching...semua mau dijual...
Tadi malam, kujual bedcover pernikahan kami... gak kepakai soalnya.  Pernah sekali dipinjam sodara waktu nikah. Pagi ini sudah ada yg tanya.  mudah-mudahan laku... he..he...
ini potonya


yang jadi evaluasiku, Idho pinter sekali tawar menawar melalui sms. ada bakat kayaknya... alhamdulillah... berjualan adalah salah satu kemampuan untuk survive.

thanks God this internet era.  Di pasar, bawa hp, ada barang bagus, dipoto, kirim ke rumah.. mau gak dibelikan.. soalnya karakter Ais, kalau gak cocok gak mau pakai.  Rugi dong.
akhirnya terbeli dengan persetujuan calon pemakai

Wednesday, July 1, 2015

Our New Car

Setelah sekian tahun memikirkan dan sekian bulan menyiapkan akhirnya kami bisa membeli our second car. New and Cash.. Alhamdulillah.  Sujud syukur kulakukan, karena rasanya lega, meskipun adanya mobil baru bisa jadi tambah persoalan baru.  Soalnya masih trauma dengan mobil yg lama.
Doaku agar si Karmun -nama yang kami berikan- bisa menjadi sarana ibadah dan silaturrahim.  
Mengapa ini menjadi pemikiran yang panjang.  Selama ini rasanya aman dan nyaman tanpa mobil.. kalau kemana-mana, toh taksi bisa dipanggil sewaktu-waktu.  Kalau agak jauh bisa sewa harian. bebas setres oleh persoalan memanasi, menservis, memberi variasi dsb dsb.  Dengan cara ini, kami bisa hidup lebih irit.  Tapi anak-anak beranjak besar, tidak lagi cukup digonceng berdua.  Guyonannya " sepeda motornya nangis karena kabotan beban" belum lagi kalau embah minta ke dokter, karena jaraknya dekat, taksi gak mau, dibonceng sepeda motor yo kasihan cari becak susahnya bukan main... oleh karena itu, dengan bismillah kubeli Karimun GX.
Cita-cita pertama adalah bisa pergi sholat di masjid-masjid yang berbeda bersama dengan anak-anak. gitu aja.
ini beda cerita.  Makin besar Ais, makin berbeda selera dalam berpakaian denganku, sehingga kalau membelikan pakaian kadang tidak berkenan memakai.  Puncaknya, dia sampai nangis karena merasa kupaksa memakai pakaian yang menurutku bagus untuk anak remaja.  Kelihatannya Ais memang tidak terlalu percaya diri sehingga kalau ada sedikit komentar miring dia akan langsung ngeper. Persis bapaknya.
Baju-baju semacam ini, aku bilang baju montir... dia langsung tidak mau memakainya... Cepe deeh

Btw, selama 13 hari romadhon, embah tinggal di rumah Bude Sar.. alhamdulillah everything allright kecuali kalau pas terawih dan Ais sendirian di rumah... rasanya gak tenang.  Berita-berita kejahatan membuatku sedikit parno tentang keselamatan anak-anak.  Yang paling terasa adalah menu makanan buka dan sahur.. kalau hanya bertiga dengan anak-anak, gak perlu repot selalu masak nasi karena pada dasarnya kami suka mencoba makanan baru... kebanyakan sih pakai bubur havermuth. Alhamdulillah, irit tenaga.  Yang penting kecukupan vitamin, karbo dan protein terpenuhi.

Tuesday, June 23, 2015

Rangkuman Peristiwa Penting

Jurnal ini dimaksudkan untuk mengingatkan diri sendiri tentang hal-hal penting yang memang perlu untuk diingat terutama hal-hal yang tidak boleh terjadi lagi.  Ternyata gagal!!! Haduuh nangis.... Idho bikin masalah lagi.. Kalau tahun lalu dia belum ngeh tentang pola kurikulum 2013, tahun ini dia bermasalah dengan matematika.  Ini benar-benar memalukan. Dia memang tidak suka matematika tapi kukira kegagalannya juga karena karakter Idho yang sering kurang tuntas dalam mengerjakan sesuatu.
sebagai embok, kukira kalau sudah tiap hari japok.. tugas-tugas beres. kalau anaknya ditanya "apa ada tugas" dia jawab "tidak ada", atau "sudah selesai".. ternyata yang dimaksud sudah selesai itu diartikan belum selesai oleh guru... capee deh... dan itu terjadi di semua tugas individu di semua mata pelajaran.  Jadilah Idho terkenal sebagai anak yang lelet dalam mengerjakan tugas. Maluu.. menyesal...sebagai ibu aku merasa loss control.  INI TIDAK BOLEH TERJADI DI KELAS 9.
Alhamdulillah Ais mendapat ranking dua di kelas...
Ais kulihat berkembang cukup pesat kedewasaan dan inisiatifnya.
Kemarin waktu aku pulang agak mepet maghrib, ternyata Ais sudah menghangatkan rendang dan nasi.   Dalam hal-hal kecil dia juga mulai menawarkan bantuan. Belajar juga tidak terlalu didorong dan dipaksa.  So far, I'm proud of her.  Sehari-hari Idho sebenarnya juga  bisa diandalkan.  dia sudah bisa diminta menjemput Ais, belanja, mengunci pintu dan gembok kalau malam...wes pokok e bisa diandalkan.  Alhamdulillah.  Hanya, yaitu tadi... ada kendleweran di bidang akademis.
aku benar-benar harus ingat dan hati-hati tentang belajarnya Idho.

Friday, July 25, 2014

Ramadhan hampir Berakhir

Alhamdulillah, ramadhan hampir berakhir.  Katanya seharusnya sedih.  Aku mengucap alhamdulillah atas apa yang telah kami jalani selama ramadhan ini.  
Alhamdulillah telah lebih sering ke Masjid dibanding tahun lalu
Alhamdulillah berat badan juga turun 2 kg
Tulisan Idho akhirnya tuntas dengan iming-iming Pizza (bener nggak sih, meng encourage anak pake makanan??)
Kupikir, anak-anakku kurang gaul dan kurang produktif.  Gimana ini???

Friday, June 27, 2014

Hasil Positif Hukuman

Seperti yang kutulis kemarin, karena Idho berkinerja jelek di sekolah, maka liburan ini dia dihukum untuk belajar menulis dengan benar.  Idho tuh, kalo nulis, secara fisik ya .... memang jelek.  kadang antara a dan u gak ada beda.  Belum lagi antar kata tidak terlihat jelas.  Pokoknya bikin guru yang membaca mikir dulu (seperti anjuran cak Lontong).  Makanya dia dihukum menulis minimal satu paragraf sehari.
hasilnya :
Luar biasa sodara-sodara !!!
Idho itu kalo nulis detil dan uraiannya mengalir lancar.  Secara tata bahasa dan alur pikirnya sangat jelas.  Alhamdulillah.  Ini sudah kuketahui sejak dulu.  Tetapi karena dia sukanya menjelaskan secara detil, trus karena gak selesei-selesei dan dia mulai bosan, maka jadilah tulisannya berupa UFO (unfinished Object).  Begitulah selalu nasib tulisan Idho.  
Kali ini Idho agak niat.  Satu persatu paragraf dirangkai tiap hari.  Temamya, gak jauh-jauh dari urusan reptil.  Ya sudahlah.  Memang itu sukanya dia.  Kami mendukung saja.
Oya, kemarin Kamis 19 Juni, Ais mengirim lagi ke Mizan tulisan berjudul "Fullmoon Fantasy".  Mudah-mudahan bisa diterbitkan oleh Mizan dan bernasib lebih baik dibanding yang "Konnichiwa"
Oya, kemarin Ais dapat royalti lagi sekitar Rp. 1 jeti.  alhamdulillah.  Anak segitu sudah menghasilkan uang.  Selama ini, uangnya sebagian besar kuinvest di reksadana untuk masa depannya juga.

Saturday, June 21, 2014

Cerita tentang Idho

Dalam berteman, Idho memang agak telat berkembang.  Dia baru bisa berteman dengan enak kalau sudah kenal agak lama.  Kalau sudah gitu, dia malah keseringan maen di rumah tetangga dan pulang kalau sudah larut malam.  Kemarin ada kejadian yang tidak mengenakkan.  Idho ketakutan karena dicegat dengan temannya yang cenderung berperilaku "preman".  Usut punya usut, Idho ternyata agak "nyombong" karena pernah latihan karate.  Nah si anak 'preman' ini nantang.  Kelihatannya (Idho nggak ngaku sih) mereka pernah 'gelut' juga.  Nggak tahu siapa yang menang.  Idho cerita dia pernah kebanting juga.  Yang jadi masalah adalah si teman terus nguber.  Akibatnya, Idho jadi tidak berani berangkat ngaji, ke rumah tetangga, dan bahkan beli sesuatu di toko depan rumah juga gak mau.  Nih anak kalau sudah ketakutan memang cenderung lebay.  Makanya, pulang sekolah juga tidak berani langsung pulang.  Ternyata dicegat oleh si anak 'preman'.
Peristiwa paling besar ya pencegatan itu.  Akhirnya, sebagai induk yang merasa harus melindungi anaknya, akupun lapor ke pak Lurah.  Jangan heran.  Bukannya lebih lebay, karena masalah kecil kok lapor Lurah.  Ini hanya karena rumah Pak Lurah cuma selisih satu rumah.  Makanya gak perlu ke pak RT/RW, karena rumah mereka lebih jauh!!!  Oya, aku juga lapor guru ngaji supaya si anak dinasehati. Akhir cerita memang tidak ada lagi pencegatan.  Tapi si anak 'preman juga gak berangkat ngaji, lah... gimana ini.  Jadi ikut merasa bersalah juga.
Cerita lain lagi, kemarin aku dipanggil guru wali kelas Idho.  Ternyata aku tidak tahu kalau raport sudah dibagikan satu hari sebelumnya... Walah. Anak dan Ibu podo teledor nya.  Apa lagi wali kelas yang ini agak 'gimanaa' gitu.  cara komunikasinya itu lho... gak enak di telinga.  Meskipun yang diungkap kebenaran, bahwa anak kita memang kurang.. tapi kalau mengungkapkannya dengan cara kasar dan tidak berperikeibuan begitu, yo agak nelongso aku mendengarnya.  sebagai sesama pendidik, aku merasa gak sreg saja.  Tapi demi sopan santun aku masih merendah.  Beliau juga cerita, orang tua teman Idho, yang punya kinerja juga buruk, begitu diberitahu si wali kelas, katanya malah "nylathu" (do you understand?? memarahi si wali kelas).  Dalam hati aku pikir, lah cara bicara ibu kayak gitu, gak salah kalau orang bisa tersinggung.
Okelah... kinerja Idho memang menurun, dan bahkan katanya hampir tidak naik kelas.  Dan yang memprihatinkan lagi adalah karena nilai yang jeblog adalah IPA. Ini kan aneh bin ajaib.  Idho adalah pemilik nilai 10 waktu UNAS SD. di kelas katanya dia juga sering diminta guru untuk menjelaskan.  tapi kok nilainya C.  Aku menduga karena karakter Idho yang slowly and lazy itu.  sehingga banyak pekerjaan tidak tuntas..
Ealah apapun, ke depan kami harus memperbaiki diri.  Aku sebagai ortu juga, karena ada fungsi kontrol yang tidak dengan baik kujalankan.  Makanya, kalau Idho dan Ais dihukum menulis janji untuk memperbaiki diri satu halaman penuh tiap hari (karena nilai Ais juga menurun semester ini, meskipun dia masuk IPA), aku juga ikut menghukum diri dengan menulis janjiku sendiri untuk lebih memperhatikan belajar anak-anak.
Ais sendiri, meskipun  jelas masuk IPA, malah pengen masuk IPS.  Alasannya karena ingin masuk fakultas Bahasa tau Hubungan Internasional.  Secara tidak langsung aku tetap menganjurkan untuk masuk IPA karena menurutku IPA mempunyai jangkauan lebih luas (masih benar nggak sih).  Ujung-ujungnya, mengapa dia pengen IPS adalah karena dua sahabatnya masuk IPS.  Walah.... apa lagi ini???