Showing posts with label Idho. Show all posts
Showing posts with label Idho. Show all posts

Tuesday, June 23, 2015

Rangkuman Peristiwa Penting

Jurnal ini dimaksudkan untuk mengingatkan diri sendiri tentang hal-hal penting yang memang perlu untuk diingat terutama hal-hal yang tidak boleh terjadi lagi.  Ternyata gagal!!! Haduuh nangis.... Idho bikin masalah lagi.. Kalau tahun lalu dia belum ngeh tentang pola kurikulum 2013, tahun ini dia bermasalah dengan matematika.  Ini benar-benar memalukan. Dia memang tidak suka matematika tapi kukira kegagalannya juga karena karakter Idho yang sering kurang tuntas dalam mengerjakan sesuatu.
sebagai embok, kukira kalau sudah tiap hari japok.. tugas-tugas beres. kalau anaknya ditanya "apa ada tugas" dia jawab "tidak ada", atau "sudah selesai".. ternyata yang dimaksud sudah selesai itu diartikan belum selesai oleh guru... capee deh... dan itu terjadi di semua tugas individu di semua mata pelajaran.  Jadilah Idho terkenal sebagai anak yang lelet dalam mengerjakan tugas. Maluu.. menyesal...sebagai ibu aku merasa loss control.  INI TIDAK BOLEH TERJADI DI KELAS 9.
Alhamdulillah Ais mendapat ranking dua di kelas...
Ais kulihat berkembang cukup pesat kedewasaan dan inisiatifnya.
Kemarin waktu aku pulang agak mepet maghrib, ternyata Ais sudah menghangatkan rendang dan nasi.   Dalam hal-hal kecil dia juga mulai menawarkan bantuan. Belajar juga tidak terlalu didorong dan dipaksa.  So far, I'm proud of her.  Sehari-hari Idho sebenarnya juga  bisa diandalkan.  dia sudah bisa diminta menjemput Ais, belanja, mengunci pintu dan gembok kalau malam...wes pokok e bisa diandalkan.  Alhamdulillah.  Hanya, yaitu tadi... ada kendleweran di bidang akademis.
aku benar-benar harus ingat dan hati-hati tentang belajarnya Idho.

Thursday, May 8, 2014

April Mei 2014

Lama tidak posting lagi.
Sebelum lupa, aku sudah menjalani ujian akhir Disertasi, 25 Maret 2014.  Officially sudah lulus.  Tapi masih ada satu komisi lagi yang harus dijalani yaitu Komisi Pengesahan.  Hopefully bulan Mei ini.
Tapi setelah lulus, aaada saja alasan untuk tidak ke Malang.
Ada satu minggu dimana aku kehilangan empat orang dekatku yaitu Mbak Tri (teman kantor, Selasa), Chaca (mahasiswa, Rabu), Nanik (teman SMP, SMA dan kuliah, Jumat) dan disusul ibu mertua Nur (ibunya Taufix, keduanya teman kuliah, Minggu).  Bukan main, kepergian mereka mengingatkanku akan umur manusia yang tak dapat diprediksi.  Apalagi seumuranku yang sudah hampir 50 ini.

5 Mei, ultah.  Gariiing pada 5 Meinya karena makan-makan sudah dilaksanakan 3 Mei. 5 Mei hari kerja.  Sibuuk.  Gak bisa ngapa-ngapain.  Cuma, kalau dirasa-rasa, Ais sudah 16.  Ih anakku sudah gadis.
Yang membanggakan adalah Idho.  Ia sudah baligh sekarang.  Sudah mimpi basah.  Seperti biasanya, ayahnya tidak care.  Aku yang menanyainya dan dia mengaku sudah, dan sudah mandi kok, katanya.  Alhamdulillah, dia sudah tahu hukumnya.
Alhamdulillah lagi, tiga hari ini, Idho rajin sholat, bahkan sholat dhuha (karena dia libur kakak kelasnya UN, dan bahkan sholat tahajud.  Selama libur ini memang dia kuajak untuk puasa membayar puasa Romadhon yang tertunda karena sakitnya dulu.