Showing posts with label smp. Show all posts
Showing posts with label smp. Show all posts

Monday, February 22, 2016

Ujiaaaannnn

Setelah menunggu tiga tahun, kini datanglah masa ujian.......
Iya sih memang kan anak belajar disekolah menengah selama tiga tahun (normal).
Intinya, tahun ini adalah tahun kerja keras, prihatin dan tentu saja banyak berdoa mendekatkan diri pada Allah SWT... (kok kelihatan kalo butuh baru mendekat...dassar)
Inilah manusia...
btw, persiapan anak-anak masih belum maksimal...Idho masih suka lupa sama kaidah-kaidah matematika seperti persamaan garis, plus minus saja dia juga masih lama mikirnya. Duh.... anak ini benar-benar kurang konsen.  Prestasinya yang bagus waktu di SD dulu tentang IPA, sekarang  juga menurun, karena makin tinggi pendidikan, IPA tidak hanya biologi.  Dia lemah di Fisika.
Kemarin aku sempat marah ke Ais perkara dia bilang dia sudah memilih PTN.  Lho...kook... gak diskusi blas sama orang tua...jelas aku ngamuk... piye bocah iki...
Dan ini jeleknya keluarga kami...(aku mengakui) bahwa aku dan suami tidak terlalu ekspresif, terutama dalam meminta maaf...
Ais juga begitu.  Dia tidak segera minta maaf....
Jadinya...setiap melihat dia...bawaannya maraaahhh saja....dan dianya juga kelihatan santaiii aja...aku tambah muntab.
hari berikutnya, kelihatannya dia konfirmasi ke sekolah tentang pilihannya, dan ternyata memang belum dientry...sambil minta maaf lewat sms dia tanya"ibuk pengen aku masuk mana??"   Eallahhh dikiranya ibuknya ini mau mendoktrin dia seharusnya masuk mana...
sebagai dosen... pengalaman anak yg kuliahnya atas paksaan orang tua juga gak bagus. 

Tuesday, June 23, 2015

Rangkuman Peristiwa Penting

Jurnal ini dimaksudkan untuk mengingatkan diri sendiri tentang hal-hal penting yang memang perlu untuk diingat terutama hal-hal yang tidak boleh terjadi lagi.  Ternyata gagal!!! Haduuh nangis.... Idho bikin masalah lagi.. Kalau tahun lalu dia belum ngeh tentang pola kurikulum 2013, tahun ini dia bermasalah dengan matematika.  Ini benar-benar memalukan. Dia memang tidak suka matematika tapi kukira kegagalannya juga karena karakter Idho yang sering kurang tuntas dalam mengerjakan sesuatu.
sebagai embok, kukira kalau sudah tiap hari japok.. tugas-tugas beres. kalau anaknya ditanya "apa ada tugas" dia jawab "tidak ada", atau "sudah selesai".. ternyata yang dimaksud sudah selesai itu diartikan belum selesai oleh guru... capee deh... dan itu terjadi di semua tugas individu di semua mata pelajaran.  Jadilah Idho terkenal sebagai anak yang lelet dalam mengerjakan tugas. Maluu.. menyesal...sebagai ibu aku merasa loss control.  INI TIDAK BOLEH TERJADI DI KELAS 9.
Alhamdulillah Ais mendapat ranking dua di kelas...
Ais kulihat berkembang cukup pesat kedewasaan dan inisiatifnya.
Kemarin waktu aku pulang agak mepet maghrib, ternyata Ais sudah menghangatkan rendang dan nasi.   Dalam hal-hal kecil dia juga mulai menawarkan bantuan. Belajar juga tidak terlalu didorong dan dipaksa.  So far, I'm proud of her.  Sehari-hari Idho sebenarnya juga  bisa diandalkan.  dia sudah bisa diminta menjemput Ais, belanja, mengunci pintu dan gembok kalau malam...wes pokok e bisa diandalkan.  Alhamdulillah.  Hanya, yaitu tadi... ada kendleweran di bidang akademis.
aku benar-benar harus ingat dan hati-hati tentang belajarnya Idho.

Saturday, May 15, 2010

AIS salah ambil keputusan

Ini adalah pengalaman bagaimana menerapkan demokratisasi di rumah. Waktu Ais harus memilih dimana ia ingin test, ia memilih SMPN 1 Sidoarjo. Padahal secara rasional berkaitan dengan kemampuan dan lokasi rumah, seharusnya dia memilih SMPN 1 Sedati. Ia sudah kuberi analisis itu. tapi karena ingin tinggal di Sidoarjo, ia tetap milih SMPN 1 Sidoarjo.
Hasilnya, dia gagal. malu, kecewa dan berbagai perasaan muncul. Kalau saja Ais mau memilih Sedati, kalau saja aku sebagai orang tua memaksa dia pilih Sedati, tentu ia bisa masuk.
Tapi nasi sudah menjadi bubur ayam... Ya sudah. Sekarang harus konsen masuk ke SMPN reguler. Ya Allah, mudah-mudahan Ais mendapat yang terbaik.