Showing posts with label ujian. Show all posts
Showing posts with label ujian. Show all posts

Wednesday, April 6, 2016

Ujian Praktek Idho

Ujian praktek SMP sungguh ribet.  Terutama kalau ujiannya bersifat girly (memasak, menjahit, dsb,) sementara anak kita cowok... maka yang ribet adalah ibunya.
Idho kemarin ujian praktek biologi membuat tape...Lah... jaman aku SMP, yang namanya praktek Biologi yang mengamati daun, rambut dsb pake alat... atau mereaksi bahan kimia dengan tabung reaksi...eee sekarang malah bikin tape.
Ternyata, tape tidak sekedar asal jadi tape, tapi harus dibungkus pake daun disemat pake lidi.... jadinya seperti praktik kewirausahaan..
Kemarin periapannya heboh banget... Si Idho beli beras ketan dapat beras yang hampir remuk (ini lho pedagang Indonesia, kalau yang beli anak-anak suka semena-mena).  Mestinya kalau tape kan bagus kalau bulirnya itu utuh.  Yo wes.  Malam sebelum ujian, ketan dikukus, paginya dikukus lagi karena takut busuk... hallah... mestinya dikukus pagi tapi takut kalau pagi kan heboh bikin sarapan...
malamnya juga menyiapkan daun dan lidi... ini cueknya Idho... dia tidak bilang sebelumnya kalau tape harus dibungkus kecil-kecil pake daun pisang... di rumah punya daun tapi tinggal dikit... akhirnya minta tetangga. Thank God, kami tinggal di kampung sehingga ada tetangga yang masih punya tanaman pisang.  
Yang tak kalah hebohnya, mengajari Idho membungkus tapi dengan daun dan menyemat lidi....wah... unforgetable moment.

Minggu ini, bersamaan, Ais UNAS berbasis komputer... alhamdulillah kelihatannya lancar.  Meskipun aku tahu kemampuan anakku sedang, yang penting asal lancar saja, kami bersyukur banget.  untuk mengapresiasi kerja keras anak-anak mempersiapkan ujian, aku sengaja rajin masak.  dibela-belain bikin zuppa soup, pie, nasi kebuli, paella...menu berganti-ganti tiap hari...
wes pokoke anak e heboh, embok e tak kalah heboh.

alhamdulillah lagi, kemarin Sabtu terima raport Sisipan Idho, ternyata kinerjanya bagus.  Ranking 70 dari sekitar 300 anak.  ini mengesankan sekali kalau dilihat dari keseharian Idho yang terseok-seok belajar matematika.  Akut tidak mempermasalahkan rankingnya, tapi aku benar-benar bersyukur dia sudah mengalami peningkatan kinerja.  Semoga ini tetap berlanjut dan lebih meningkat lagi.  Amin

Tuesday, March 29, 2016

Benar-Benar Ujian

Mulai kemarin Senin kami sudah bersiap-siap menghadapi serangkaian ujian-ujian yang akan dihadapi anak-anak.  Minggu ini Idho UAS, Ulangan terakhir dengan bahan semester 6.  Gaya belajarnya seperti biasa.  Idho insyaAllah bagus dihafalan, karena itu, untuk ulangan yang bersifat hafalan, dia hanya diminta membaca.  Nanti ditanya-tanyai...
Tapi dia harus tetap nyicil belajar matematika, karena matematikanya lemah.
Kemarin sudah daftar di ponpes Amanatul Ummah.  Nanti tanggal 1 Mei dia tes.
Sementara itu, Ais, minggu depan UNAS.  makanya minggu ini dia gladi bersih karena ini pertama kalinya sekolahnya mengandakan UNAS berbasis komputer.  Semoga saja lancar.  
Dia juga sudah memilih SNMPTN... Dari dulu kuingat cita-citanya ingin masuk Fakultas Bahasa, eh dekat-dekat njekethek pilih Psikologi sebagai pilihan pertama dan Mipa Biologi sebagai pilihan kedua.   Ini gara-gara dia suka nonton film-film tentang kejahatan yang berbasis psikologi seperti Criminal Mind. Akibatnya dia jadi tertarik mengamati sifat manusia.  Yo wes gak papa... yang penting bermanfaat positif dan barokah...
Cuma kalau tentang pilihan sekolah... kalau ketrima Universitas negeri, oke... silakan dijalani...ortu akan selalu mendukung.  Tapi kalau harus di swasta... Ais sudah setuju kalau kuliahnya di STIE Perbanas Surabaya..,. selain karena aku percaya pada kualitas pembelajaran di Perbanas, juga....gratis...tis untuk anak dosen dan karyawan.
Sebagai ibu yang baik... (cieee...) aku sudah mengingatkan anak-anak, bahwa minggu-minggu ini... sampai pertengahan Mei 2106 adalah masa-masa prihatin.  Kita tidak akan piknik-piknik... sebagai gantinya, untuk menyemangati anak-anak agar terus belajar... ketika ujian menu rumah agak lebih istimewa... Emboknya sudah menyusun menu dengan bantuan software meal planner.  Resep-resep sudah diimport dari allrecipe maupun yumly... paling yang berbeda, modifikasinya.... biasanya sih daging diganti tahu...huuu....tetep irit.
sumber inspirasi

Monday, February 22, 2016

Ujiaaaannnn

Setelah menunggu tiga tahun, kini datanglah masa ujian.......
Iya sih memang kan anak belajar disekolah menengah selama tiga tahun (normal).
Intinya, tahun ini adalah tahun kerja keras, prihatin dan tentu saja banyak berdoa mendekatkan diri pada Allah SWT... (kok kelihatan kalo butuh baru mendekat...dassar)
Inilah manusia...
btw, persiapan anak-anak masih belum maksimal...Idho masih suka lupa sama kaidah-kaidah matematika seperti persamaan garis, plus minus saja dia juga masih lama mikirnya. Duh.... anak ini benar-benar kurang konsen.  Prestasinya yang bagus waktu di SD dulu tentang IPA, sekarang  juga menurun, karena makin tinggi pendidikan, IPA tidak hanya biologi.  Dia lemah di Fisika.
Kemarin aku sempat marah ke Ais perkara dia bilang dia sudah memilih PTN.  Lho...kook... gak diskusi blas sama orang tua...jelas aku ngamuk... piye bocah iki...
Dan ini jeleknya keluarga kami...(aku mengakui) bahwa aku dan suami tidak terlalu ekspresif, terutama dalam meminta maaf...
Ais juga begitu.  Dia tidak segera minta maaf....
Jadinya...setiap melihat dia...bawaannya maraaahhh saja....dan dianya juga kelihatan santaiii aja...aku tambah muntab.
hari berikutnya, kelihatannya dia konfirmasi ke sekolah tentang pilihannya, dan ternyata memang belum dientry...sambil minta maaf lewat sms dia tanya"ibuk pengen aku masuk mana??"   Eallahhh dikiranya ibuknya ini mau mendoktrin dia seharusnya masuk mana...
sebagai dosen... pengalaman anak yg kuliahnya atas paksaan orang tua juga gak bagus. 

Wednesday, March 17, 2010

Ais Ujian Akhir SD

Tak terasa, anak perempuanku sudah kelas VI. Sekarang adalah masa-masa dia belajar untuk menghadapi Ujian Akhir. Kemarin, tanggal 8 sampai 12 Maret ujian praktek. Entah karena anaknya yang cuek, atau ibunya juga cuek, tidak ada persiapan sama sekali. Yang aku sesalkan adalah bahwa Ais baru tiga hari menjelang ujian bilang kalau ujian SBK (seni budaya dan ketrampilan)-nya adalah main gitar akustik lagu Jangan Menyerah-nya d'massiv. Waduh, anakku ini seumur hidup tidak pernah main gitar. Dulu,ketika umur 6 sampai 8 tahun pernah belajar elekton di Yamaha. Pegang gitar sih pernah,wong ya punya (meskipun senarnya juga putus satu), tapi memainkannya gak pernah blash. Lah, gimana. ya sudah, apa yang bisa kulakukan adalah melengkapi senarnya dan memintanya berlatih sebisanya. Nyeselnya lagi, Ais juga tidak bilang kalau harus bawa gitar ke sekolah. yah pokoknya geregetan deh. Aku gak biasa menghadapi hari bersejarah begini tanpa persiapan. Ais juga perlu belajar untuk berbicara kepada kami ortunya tentang hal-hal yang penting atau crusial. Anaknya pendiam dan cuek sekali sih. Pernah, dia main korek api dan membakar kardus di bawah jendela garasi rumah. Api sudah berkobar, eh dianya tenang saja dengan berusaha memadamkan sendiri. padahal waktu itu ia masih umur 11 tahun. Untung ayahnya yang didalam rumah, membau sesuatu yang gosong. Aku dan Idho pergi waktu itu, ke TPI nabrak orang lagi. Hari yang sial. sekitar dua hari sebelum Iedul Fitri 2009, kampung sudah sepi, karena semua tetangga (yang hanya empat biji) sudah mudik.
Dinding sekitar jendela sudah hitam kena angus (belum terbakar), tapi beberapa plastik dan kardus sepatu gosong. Aku benar-benar tak habis mengerti anak-ku ini.
Mudah-mudahan Ais di waktu-waktu mendatang bisa lebih care terhadap hal-hal yang dirasa penting. Aku nulis begini bukan untuk menjelekkan anakku. Ini sekedar pengalaman yang mudah-mudahan berguna untuk perbaikan Ais sendiri dimasa datang.
Sampai saat inipun, Ais belum tahu secara rinci teman sekolah dan rumah mereka. Sampai-sampai kuberi tugas khusus, catat, nama alamat dan nomor telpon temen dekatnya. Akhirnya dia bisa, meskipun sampai saat ini masih tiga orang, yaitu Terry, Alya dan satunya lagi, aku lupa. (lha wong emboknya aja juga suka lupa nama orang. Betul-betul penyakit turunan, kali). Dulu waktu playgroup, Ais demikian cueknya, sehingga ketika disuruh menyebutkan nama teman sekelasnya yang cuma sebelas orang, dia gak bisa. Kata teman, mungkin Autis ringan. Aku sih positif aja. Ortunya juga mungkin autis, jadi menurun. Yang bisa dilakukan adalah melatih agar dia lebih perhatian terhadap sekeliling aja. Wong kalau disuruh membaca, atau memperhatikan film dia bisa. Kalau menurutku, hanya karena ia belum tertarik. Itu saja.
Kembali ke soal ujian. Ujian SBK yang lain adalah membuat kerajinan dari bahan limbah. Ini sih gampang. Saking banyaknya alternatif, sampai bingung. Bikin dompet dari perca atau bunga dari sedotan, atau bekas bungkus buah. Akhirnya, yang dipilih adalah membuat bunga dari bekas bungkus buah. Sebelum ujian, sudah latihan dulu di rumah. Waktu ujian tiba, Ais hanya membuat satu kuntum, karena waktunya hanya 2 jam dan harus dikerjakan di sekolah (tidak boleh dibawa pulang. Bisa-bisa emboknya ikut turun tangan). Lumayanlah meskipun jauh dari harapan. kuperkirakan ia bisa membuat tiga kuntum sehingga membentuk rangkaian. Tapi kalau persyaratannya seperti itu, ya sudah. Cukuplah untuk anak seumuran Ais.
Materi ujian yang lain adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris,Bahasa Arab, Penjaskes dan Agama (sholat dkk) dan mengaji. Yah, mudah-mudahan tidak mengecewakan. Mudah-mudahan pula Ais sukses di ujian dan dapat masuk SMP negeri yang dia inginkan.
Kalau ditanya, kenapa ingin masuk di SMP negeri. Ais akan menjawab "ibuk kan suka yang murah!, hallah, anakku ini belum bisa jaga rahasia.
Ya Allah, berikan anakku kebaikan dunia akhirat. Amien