Saturday, May 7, 2011

Ais Memasukkan Novelnya ke Pinkberry

Salah satu kemampuan Ais yang kami syukuri adalah ia gemar membaca dan akhirnya gemar menulis.  Tidak seperti Idho, gemar membaca tapi susah menulis. Tanggal 12 April 2011 lalu aku secara resmi mengirimkan karya Ais melalui pos ke alamatnya  
Redaksi Mizan 
Jalan Cinambo no.135 Cisaranten Wetan 
Ujung Berung Bandung 40294.   

Karena alamatnya tidak masuk dalam layanan express, maka akan sampai ke tangan penerima sekitar 5 hari.  Yo wis.  Katanya, dimuat atau tidaknya tinggal tunggu 3 bulan.  Yah mudah-mudahan bisa diterima, meskipun aku gak yakin.
Pasalnya, Ais bikin cerita dengan setting luar negeri.  Ia memang niat banget.  Untuk menamai lokasi dan situasinya, ia pake google map.  Jadi cukup valid deh.  Yang  kutakutkan adalah mungkin ada hal yang aneh dipenggambaran situasi karena dia tidak  tahu persis.  Wis pokoknya aku tetap bersyukur ia bisa betah menulis.  Lha wong aku nulis gak bisa jangkep karena suka berhenti ditengah jalan.

Idho sendiri sekarang berkembang dalam hal mengajiAku juga sangat bersyukur tentang hal ini, karena biasanya ia malas-malasan sehingga  satu halaman saja kadang baru bisa dapat L (LANCAR) dalam seminggu.  
Dalam minggu ini ia dapat 4 halaman L.  Artinya hampir tiap hari ia dapat satu halaman L.  Alhamdulillah.
Sebagai orang tua tentu saja aku mendorong anak-anak melakukan hal-hal yang positif. 

Thursday, April 21, 2011

Sakit Semua

Minggu-minggu ini adalah minggu paling berat bagi kami sekeluarga. Gimana tidak.  Aku, Ais dan Idho sakit semua dengan keluhan yang berbeda.  Aku sakit punggung nemen sampai akhirnya harus ke rumah sakit dan ikut terapi. Lumayan mahal je.  Untung ada cover asuransi.  Paling tidak sebagaian ada yang bantu bayar.  
Ais, biasa, sakit asma.  Ini susah hilangnya karena memang faktor turunan.  Alergennya adalah udara dingin.  Lah gimana lagi, udara dingin kan pemberian Allah, ya sudah diterima aja.  Sing penting usaha untuk menghangatkan diri dengan kemulan, minum air hangat, mandi air hangat dilakukan ditambah minum obat pereda sesak Teosal dan kadang ditambah Kalmektason.
Idho sakit batuk.  Untung tidak pake asma.  Tapi  batuknya berat.  Ya harus ke dokter.  Ternyata amandelnya membesar sehingga menekan dan menimbulkan batuk. Belum lagi dianya gak bisa diam. Jadi agak susah menyuruhnya istirahat.
Yang lucu pada dua anakku ini.  Ais, asmanya hanya pagi hari, karena itu siang dan sorenya sehat ya tak suruh latihan matematika.  Mungkin karena itu, dia tidak betah mbolos di rumah.  Untung lah.
Idho lain lagi.  Karena tahu hari ini adalah hari istimewa dia ngeyel mau sekolah, padahal batuknya belum sembuh.  Ternyata hari ini di sekolah ada Batik Day.  Idho mau ikut.  Karena kami tetap tidak membolehkan dia masuk, ayahnya memberi ide, gimana kalau Idho pake baju batik dan difoto.  Ternyata Idho setuju.  Jadi pagi-pagi dia mandi, pake baju batik, difoto, dicopot lagi, trus tidur.

Sunday, April 17, 2011

Pekan-Pekan Kompetisi

Periode April ini boleh dikata sebagai pekan-pekan kompetisi.  Idho masuk semifinal olimpiade KUARK.  Ingat, tahun lalu ia masuk Final.  Meskipun perlu bondo banyak, kami tetap berharap ia bisa masuk final lagi, ke Jakarta lagi.  Banyak pengalaman menyenangkan sih.  
Ais bahkan lebih ngebut lagi.  Ia sangat suka PMR dan ia masuk dalam tim lomba. Latihannya gila-gilaan.  Sabtu Minggu tetep latihan.  Dasarnya anaknya cinta PMR ya ok saja.  Bahkan kecele karena latihan ditunda juga  pernah.  Tahun lalu ia baru jadi penggembira karena masih kelas I awal.  Katanya sih tahun lalu juara II, jadi tahun ini mereka berusaha agar minimal tidak turun peringkat.  Begitu kalee.  Yo wis.  Aku sebagai ortu, mendukung 100% semua kegiatan anak asal positif.
Karena blog ini dimaksudkan untuk kenang-kenangan juga.  Makanya kutulis juga pengalaman tidak mengenakkan ini.  Beberapa hari yang lalu, terungkap semua ketidak sukaan ibuku pada suamiku.  Lha... ini kan membuatku seperti pelanduk yang mati di tengah-tengah.  Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk kami semua

Friday, April 1, 2011

Ais Vs Hanin saling meneladani

Ais punya sodara sepupu namanya Hanin.  Karena Ais adalah anak dari Kakaknya Mama Hanin tetapi Hanin lebih tua setahun dari Ais (hmmm bingung kan??) maka untuk saling menghormati mereka dibiasakan saling memanggil Mbak.  Hanin memanggil Ais = Mbak Ais, demikian juga Ais memanggil Hanin = Mbak Hanin.  Win-win solution, kan?
Mereka berdua berteman hanya kalau liburan.  Makanya, dihari-hari sekolah mereka gak bertemu. 
Ceritanya : Ibu Ais kalau memotivasi Ais agar belajar adalah :
Ibu : contohlah Mbak Hanin, setiap hari mentarget diri latihan matematika lima soal, latihan IPA sekian soal, bla...bla... bla..  (ini karena aku pernah membaca tulisan Hanin mengenai pelajarannya)
Ternyata Mama Hanin juga melakukan hal yang sama
Mama Hanin : Contohlah Mbak Ais itu rajin sholat dan belajar
Ketika liburan tiba, mereka bertemu kembali.  Hasilnya adalah
Ais protes padaku.  Buk, mana, Mbak Hanin kalau belajar aja nunggu dimarahin nenek baru belajar.  Seharian dia baca novel melulu.  Haa... aku kaget.
dan waktu aku kliring dengan Mamanya Hanin yang notabene adik ipar sekaligus teman kerja, ternyata mendapat protes yang sama dari Hanin. " Ma, mana, Mbak Ais kalau sholat nunggu diingetin dulu, gitu".
Nah lo, Kami orang tua gak bisa berkutik lagi

Sunday, February 20, 2011

Idho Kursus Renang

Sudah sekitar empat bulan ini, Idho kursus berenang. Ini sungguh suatu pembelajaran yang lama. Sejak umur enam tahun ia sudah sering ke kolam renang, tapi untuk belajar berenang dengan benar, ia harus menjalaninya dalam kurun waktu yang lama. Karena dia memang agak penakut. Jadi untuk belajar slulup saja mungkin perlu setahun. Baru setelah berani slulup, dia belajar bersama pelatih, belajar beberapa gaya renang dengan benar.
Yang lucu adalah kalau selesai berenang, badannya akan belang. benar-benar belang sehingga yang kelihatan "putih" hanya sekitar bokong. dan kondisi ini dikomentarinya sendiri.
"Lho, aku kok kaya tapir!!", hah... aku tertawa ngakak.

Yang lucu lagi, sejak kemarin, pelatih minta pindah kolam renang. Agaknya, Idho tidak begitu suka sehingga minggu ini Idho ogah-ogahan berangkat kursus. Kebetulan, minggu kemarin, aku yang mengantar dan minggu ini ayahnya yang belum tahu lokasinya. Ketika sudah di sekitar kompleks, sang ayah kesulitan mencari lokasi si kolam renang.
ayah : dho, kolam renangnya dimana?
Idho : aku tahu tempatnya, tapi aku ga mau kasih tahu ayah.
ayahnya mlongo.
Akhirnya, sang ayah berputar-putar sejenak (dasar pria gak mau tanya ke orang lain) sampai akhirnya menemukan kolam dimaksud.

Tuesday, February 15, 2011

KL dan SIN cara irit

Lama gak ngeblog. sualnya lagi bepergian. Maklum, kalo nulis di blog masih pake cara primitip. buka leptop (yang bahkan sekarang jadi desktop, karena batere-nya soak), pasang modem, klik koneksi, baru bisa ngeblog. ya sudah lah. Setelah seminggu (eh lima) hari pergi bersama anak-anak, blog dibuka lagi, diisi, diposting lagee. Here it is.
Ceritanya kami ke KL dan SIN. Jangan kira kami berlimpah uang karena bisa pergi ke sana (kalo dikira juga gapapa sih, anggep doa). Kami JJI (jalan-jalan irit) Gimana gak irit, tiket, dapat Rp. 0 Airasia. Bener-bener enol. aku hanya bayar Rp. 660.000 berempat, pp. itu hanya untuk bayar dua bagasi dan airport tax, KL-SUB.

Saturday, January 22, 2011

Ais terima raport bilingual

Hari ini, ada pembagian raport kelas bilingual. Katanya (yang ambil bapaknya, aku belum lihat fisiknya) nilainya pas-pasan. Seperti biasa, keluhan gurunya, Ais terlalu pendiam. Dia hanya cerewet kalau dirumah. Itupun harus ditanyai dulu, baru dia cerita. Dia memang lebih senang menulis. Sampai saat ini, Ais sudah menghasilkan cerita sepanjang 60 halaman. Menurutku ini hebat, karena aku belum bisa seperti itu. Aku juga penghayal, tapi kalau disuruh menuangkan dalam tulisan, biasanya aku bosen, trus jadi UFO (unfinished object). Aku ingin mencari review agar bisa meningkatkan mutu tulisan Ais. Kalau perlu, bermimpi untuk menerbitkannya di Pinkberry.