Periode April ini boleh dikata sebagai pekan-pekan kompetisi. Idho masuk semifinal olimpiade KUARK. Ingat, tahun lalu ia masuk Final. Meskipun perlu bondo banyak, kami tetap berharap ia bisa masuk final lagi, ke Jakarta lagi. Banyak pengalaman menyenangkan sih.
Ais bahkan lebih ngebut lagi. Ia sangat suka PMR dan ia masuk dalam tim lomba. Latihannya gila-gilaan. Sabtu Minggu tetep latihan. Dasarnya anaknya cinta PMR ya ok saja. Bahkan kecele karena latihan ditunda juga pernah. Tahun lalu ia baru jadi penggembira karena masih kelas I awal. Katanya sih tahun lalu juara II, jadi tahun ini mereka berusaha agar minimal tidak turun peringkat. Begitu kalee. Yo wis. Aku sebagai ortu, mendukung 100% semua kegiatan anak asal positif.
Karena blog ini dimaksudkan untuk kenang-kenangan juga. Makanya kutulis juga pengalaman tidak mengenakkan ini. Beberapa hari yang lalu, terungkap semua ketidak sukaan ibuku pada suamiku. Lha... ini kan membuatku seperti pelanduk yang mati di tengah-tengah. Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk kami semua
No comments:
Post a Comment