Sebagai catatan saja, ternyata dalam bidang IPA, Idho meraih 10 besar lomba di Petra. sedang lomba se Kecamatan Waru, dia Juara Harapan III. Alhamdulillah
Showing posts with label lomba. Show all posts
Showing posts with label lomba. Show all posts
Sunday, December 16, 2012
Saturday, April 28, 2012
Lomba
Hari ini, 28 April 2012, merupakan hari yang membahagiakan. Dua anakku menjalani lomba. Ais, kemarin mendadak dapat pengumuman kalau dia masuk final lomba menulis cerpen di PORSENI tingkat Kabupaten Sidoarjo. Proses lombanya sih pertama si anak diminta membuat karangan 4-5 halaman tulis tangan tapi dengan cover ketikan. Kami kira itu cuma contoh tulisan Ais. Ternyata ya tulisan itulah yang dilombakan. Ya sudah, masuk final sesuai penilaian juri. Karena baru tadi pagi berangkat, aku tidak tahu bagaimana mekanisme lombanya nanti. Apakah seperti ulangan begitu. Anak diberi waktu untuk menulis cerpennya . Bayanganku sih begitu. Waktu kutanya, apa mbak Ais bisa nulis 4-5 halaman dalam waktu 2 atau 3 jam, jawabnya bisa. Dia pernah melakukannya. Yah mudah-mudahan lancar aja.
Idho sendiri, sudah beberapa minggu lalu tahu bahwa hari ini adalah semifinal Olimpiade Sains Kuark. Karena sangat ingin bisa masuk final, kubela-belain mencari Kuark yang belum kami punya. Beli di Gramedia, harganya khusus (maksudnya lebih tinggi dari yang dipatok oleh penerbit). Tiap sore aku ikut belajar dan memberi pertanyaan ke Idho. Khusus tadi malam, karena supaya Idho bisa tidur nyenyak, maka kuberi kesempatan untuk milih makan apa? dia minta siomay. Ya udah, kami pergi ke warung siomay. Hanya berdua dengan Idho karena Ais diantar ayahnya kursus di TEKNOS. Jelas pulangnya kami beli juga untuk mereka. Sambil makan, aku menanyai materi (ke warung bawa buku oiyy) dan ternyata sekarang Idho porsinya 1,5. Siap-siap aja Bu. Anak laki-laki memang makannya banyak.
Karena dua anak berlomba di lokasi berbeda, maka orang tua juga disebar, Ayahnya nganter anak yang besar, aku nganter Idho ke sekolah karena kebetulan sekolahnya jadi tempat semifinal.
Idho sendiri, sudah beberapa minggu lalu tahu bahwa hari ini adalah semifinal Olimpiade Sains Kuark. Karena sangat ingin bisa masuk final, kubela-belain mencari Kuark yang belum kami punya. Beli di Gramedia, harganya khusus (maksudnya lebih tinggi dari yang dipatok oleh penerbit). Tiap sore aku ikut belajar dan memberi pertanyaan ke Idho. Khusus tadi malam, karena supaya Idho bisa tidur nyenyak, maka kuberi kesempatan untuk milih makan apa? dia minta siomay. Ya udah, kami pergi ke warung siomay. Hanya berdua dengan Idho karena Ais diantar ayahnya kursus di TEKNOS. Jelas pulangnya kami beli juga untuk mereka. Sambil makan, aku menanyai materi (ke warung bawa buku oiyy) dan ternyata sekarang Idho porsinya 1,5. Siap-siap aja Bu. Anak laki-laki memang makannya banyak.
Karena dua anak berlomba di lokasi berbeda, maka orang tua juga disebar, Ayahnya nganter anak yang besar, aku nganter Idho ke sekolah karena kebetulan sekolahnya jadi tempat semifinal.
Alhamdulillah. Sebagai ibu, tentu aku bangga sekali, meskipun tadi pagi cukup suibuk mempersiapkan keberangkatan anak-anak. Smoga Allah memberi kelancaran dan kesuksesan anak-anakku. Amien.
Sunday, April 17, 2011
Pekan-Pekan Kompetisi
Periode April ini boleh dikata sebagai pekan-pekan kompetisi. Idho masuk semifinal olimpiade KUARK. Ingat, tahun lalu ia masuk Final. Meskipun perlu bondo banyak, kami tetap berharap ia bisa masuk final lagi, ke Jakarta lagi. Banyak pengalaman menyenangkan sih.
Ais bahkan lebih ngebut lagi. Ia sangat suka PMR dan ia masuk dalam tim lomba. Latihannya gila-gilaan. Sabtu Minggu tetep latihan. Dasarnya anaknya cinta PMR ya ok saja. Bahkan kecele karena latihan ditunda juga pernah. Tahun lalu ia baru jadi penggembira karena masih kelas I awal. Katanya sih tahun lalu juara II, jadi tahun ini mereka berusaha agar minimal tidak turun peringkat. Begitu kalee. Yo wis. Aku sebagai ortu, mendukung 100% semua kegiatan anak asal positif.
Karena blog ini dimaksudkan untuk kenang-kenangan juga. Makanya kutulis juga pengalaman tidak mengenakkan ini. Beberapa hari yang lalu, terungkap semua ketidak sukaan ibuku pada suamiku. Lha... ini kan membuatku seperti pelanduk yang mati di tengah-tengah. Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk kami semua
Subscribe to:
Posts (Atom)