Sunday, May 15, 2016

Idho Tes Masuk Pesantren, Aisya Wisuda

Sungguh, tanggal-tanggal di bulan ini membuatku montang-manting. Ini bahasa Jawa. Bahasa Indonesianya pontang-panting..gak beda jauh kan?
Balik ke topik,
Gimana gak hectic. Aisya dan Idho sama-sama berada ditingkat terakhir sekolahnya dan mulai mencari sekolah untuk jenjang berikutnya. Ya sudah, untung belum ada agenda yg bersamaan. Ah mudah2an enggak. Masak ibuknya ini dibelah jadi dua.
Tadi pagi Aisya wisuda
Ini potonya


Tuh asesoris cantiknya kita rangkai sendiri lho... cuma beli bahannya doang.
Yang membanggakan, Ais mencapai nilai Unas tertinggi untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk IPA disekolahnya. Alhamdulillah
Sementara itu, tanggal 1 kemarin Idho tes di pesantren Amanatul Ummah Pacet.  Ini nih potonya. Dia lagi baris mengikuti pengarahan sebelum tes.


Waktu itu, Idho habis jatuh. Kakinya luka dan sedikit keseleo. Padahal pesantrennya berada di bukit, jadi konturnya naik turun. Kasihan juga dia.
Hasilnya. Alhamdulillah DITERIMA
Sekarang dalam proses pemikiran yang lebih mendalam, apakah dia benar-benar mau masuk pesantren dengan segala konsekuensinya. Karena keikutsertaan ter juga permintaan di sendiri

Wednesday, April 6, 2016

Ujian Praktek Idho

Ujian praktek SMP sungguh ribet.  Terutama kalau ujiannya bersifat girly (memasak, menjahit, dsb,) sementara anak kita cowok... maka yang ribet adalah ibunya.
Idho kemarin ujian praktek biologi membuat tape...Lah... jaman aku SMP, yang namanya praktek Biologi yang mengamati daun, rambut dsb pake alat... atau mereaksi bahan kimia dengan tabung reaksi...eee sekarang malah bikin tape.
Ternyata, tape tidak sekedar asal jadi tape, tapi harus dibungkus pake daun disemat pake lidi.... jadinya seperti praktik kewirausahaan..
Kemarin periapannya heboh banget... Si Idho beli beras ketan dapat beras yang hampir remuk (ini lho pedagang Indonesia, kalau yang beli anak-anak suka semena-mena).  Mestinya kalau tape kan bagus kalau bulirnya itu utuh.  Yo wes.  Malam sebelum ujian, ketan dikukus, paginya dikukus lagi karena takut busuk... hallah... mestinya dikukus pagi tapi takut kalau pagi kan heboh bikin sarapan...
malamnya juga menyiapkan daun dan lidi... ini cueknya Idho... dia tidak bilang sebelumnya kalau tape harus dibungkus kecil-kecil pake daun pisang... di rumah punya daun tapi tinggal dikit... akhirnya minta tetangga. Thank God, kami tinggal di kampung sehingga ada tetangga yang masih punya tanaman pisang.  
Yang tak kalah hebohnya, mengajari Idho membungkus tapi dengan daun dan menyemat lidi....wah... unforgetable moment.

Minggu ini, bersamaan, Ais UNAS berbasis komputer... alhamdulillah kelihatannya lancar.  Meskipun aku tahu kemampuan anakku sedang, yang penting asal lancar saja, kami bersyukur banget.  untuk mengapresiasi kerja keras anak-anak mempersiapkan ujian, aku sengaja rajin masak.  dibela-belain bikin zuppa soup, pie, nasi kebuli, paella...menu berganti-ganti tiap hari...
wes pokoke anak e heboh, embok e tak kalah heboh.

alhamdulillah lagi, kemarin Sabtu terima raport Sisipan Idho, ternyata kinerjanya bagus.  Ranking 70 dari sekitar 300 anak.  ini mengesankan sekali kalau dilihat dari keseharian Idho yang terseok-seok belajar matematika.  Akut tidak mempermasalahkan rankingnya, tapi aku benar-benar bersyukur dia sudah mengalami peningkatan kinerja.  Semoga ini tetap berlanjut dan lebih meningkat lagi.  Amin

Tuesday, March 29, 2016

Benar-Benar Ujian

Mulai kemarin Senin kami sudah bersiap-siap menghadapi serangkaian ujian-ujian yang akan dihadapi anak-anak.  Minggu ini Idho UAS, Ulangan terakhir dengan bahan semester 6.  Gaya belajarnya seperti biasa.  Idho insyaAllah bagus dihafalan, karena itu, untuk ulangan yang bersifat hafalan, dia hanya diminta membaca.  Nanti ditanya-tanyai...
Tapi dia harus tetap nyicil belajar matematika, karena matematikanya lemah.
Kemarin sudah daftar di ponpes Amanatul Ummah.  Nanti tanggal 1 Mei dia tes.
Sementara itu, Ais, minggu depan UNAS.  makanya minggu ini dia gladi bersih karena ini pertama kalinya sekolahnya mengandakan UNAS berbasis komputer.  Semoga saja lancar.  
Dia juga sudah memilih SNMPTN... Dari dulu kuingat cita-citanya ingin masuk Fakultas Bahasa, eh dekat-dekat njekethek pilih Psikologi sebagai pilihan pertama dan Mipa Biologi sebagai pilihan kedua.   Ini gara-gara dia suka nonton film-film tentang kejahatan yang berbasis psikologi seperti Criminal Mind. Akibatnya dia jadi tertarik mengamati sifat manusia.  Yo wes gak papa... yang penting bermanfaat positif dan barokah...
Cuma kalau tentang pilihan sekolah... kalau ketrima Universitas negeri, oke... silakan dijalani...ortu akan selalu mendukung.  Tapi kalau harus di swasta... Ais sudah setuju kalau kuliahnya di STIE Perbanas Surabaya..,. selain karena aku percaya pada kualitas pembelajaran di Perbanas, juga....gratis...tis untuk anak dosen dan karyawan.
Sebagai ibu yang baik... (cieee...) aku sudah mengingatkan anak-anak, bahwa minggu-minggu ini... sampai pertengahan Mei 2106 adalah masa-masa prihatin.  Kita tidak akan piknik-piknik... sebagai gantinya, untuk menyemangati anak-anak agar terus belajar... ketika ujian menu rumah agak lebih istimewa... Emboknya sudah menyusun menu dengan bantuan software meal planner.  Resep-resep sudah diimport dari allrecipe maupun yumly... paling yang berbeda, modifikasinya.... biasanya sih daging diganti tahu...huuu....tetep irit.
sumber inspirasi

Monday, February 22, 2016

Ujiaaaannnn

Setelah menunggu tiga tahun, kini datanglah masa ujian.......
Iya sih memang kan anak belajar disekolah menengah selama tiga tahun (normal).
Intinya, tahun ini adalah tahun kerja keras, prihatin dan tentu saja banyak berdoa mendekatkan diri pada Allah SWT... (kok kelihatan kalo butuh baru mendekat...dassar)
Inilah manusia...
btw, persiapan anak-anak masih belum maksimal...Idho masih suka lupa sama kaidah-kaidah matematika seperti persamaan garis, plus minus saja dia juga masih lama mikirnya. Duh.... anak ini benar-benar kurang konsen.  Prestasinya yang bagus waktu di SD dulu tentang IPA, sekarang  juga menurun, karena makin tinggi pendidikan, IPA tidak hanya biologi.  Dia lemah di Fisika.
Kemarin aku sempat marah ke Ais perkara dia bilang dia sudah memilih PTN.  Lho...kook... gak diskusi blas sama orang tua...jelas aku ngamuk... piye bocah iki...
Dan ini jeleknya keluarga kami...(aku mengakui) bahwa aku dan suami tidak terlalu ekspresif, terutama dalam meminta maaf...
Ais juga begitu.  Dia tidak segera minta maaf....
Jadinya...setiap melihat dia...bawaannya maraaahhh saja....dan dianya juga kelihatan santaiii aja...aku tambah muntab.
hari berikutnya, kelihatannya dia konfirmasi ke sekolah tentang pilihannya, dan ternyata memang belum dientry...sambil minta maaf lewat sms dia tanya"ibuk pengen aku masuk mana??"   Eallahhh dikiranya ibuknya ini mau mendoktrin dia seharusnya masuk mana...
sebagai dosen... pengalaman anak yg kuliahnya atas paksaan orang tua juga gak bagus. 

Monday, December 7, 2015

Parkir di Mall

Bagiku... pengalaman nyopir tiap hari adalah tantangan karena masih belajar terus...
kemarin belajar parkir di Mall...wah ndredegnya sudah berjalan mulai dari rumah.  Tidak ndredeg bener sih... tapi was-was, makanya sepanjang jalan membaca sholawat...
Kemarin adalah pengalaman pertama parkir di Royal Plaza.  Begitu selesai membayar, langsung dihadapkan pada jalanan menanjak berputar berkali-kali.  wes gak sempat ndredeg lagi. Jalani saja.  Alhamdulillah, masih pagi.. bahkan terlalu pagi. jam 9.30 sudah sampe sana.   Jadi mallnya belum buka. Area parkir masih sepi.  kami ada di P4.  gambarannya, musholla di P8 (lantai 3). kalau keluar harus turun ke P2 baru bisa keluar.

Friday, October 16, 2015

Dari mana anak Belajar

yen tak pikir-pikir...
sebagian besar momen belajar anak-anak terutama Idho adalah oleh emboknya.
belajar sepeda, aku yang menuntunnya dari belakang.  Alhamdulillah waktu itu, sebentar saja Idho langsung bisa.  Bukan Bapaknya yang nuntun.
Waktu belajar sepeda motor, aku juga yang mengawal Idho dengan cara membonceng dibelakangnya.  lagi-lagi bukan bapaknya.
waktu Ais naik bemo pertama kali... aku juga yang mengikuti bemo dari belakang seperti orang tidak tahu arah sehingga harus ngetut bemo
mengapa???
silakan diduga sendiri

Friday, August 14, 2015

Senangnya Berbagi

Senangnyaaa...
ini pencapaian yang lumayan klik disini