Sunday, April 17, 2011

Pekan-Pekan Kompetisi

Periode April ini boleh dikata sebagai pekan-pekan kompetisi.  Idho masuk semifinal olimpiade KUARK.  Ingat, tahun lalu ia masuk Final.  Meskipun perlu bondo banyak, kami tetap berharap ia bisa masuk final lagi, ke Jakarta lagi.  Banyak pengalaman menyenangkan sih.  
Ais bahkan lebih ngebut lagi.  Ia sangat suka PMR dan ia masuk dalam tim lomba. Latihannya gila-gilaan.  Sabtu Minggu tetep latihan.  Dasarnya anaknya cinta PMR ya ok saja.  Bahkan kecele karena latihan ditunda juga  pernah.  Tahun lalu ia baru jadi penggembira karena masih kelas I awal.  Katanya sih tahun lalu juara II, jadi tahun ini mereka berusaha agar minimal tidak turun peringkat.  Begitu kalee.  Yo wis.  Aku sebagai ortu, mendukung 100% semua kegiatan anak asal positif.
Karena blog ini dimaksudkan untuk kenang-kenangan juga.  Makanya kutulis juga pengalaman tidak mengenakkan ini.  Beberapa hari yang lalu, terungkap semua ketidak sukaan ibuku pada suamiku.  Lha... ini kan membuatku seperti pelanduk yang mati di tengah-tengah.  Semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk kami semua

Friday, April 1, 2011

Ais Vs Hanin saling meneladani

Ais punya sodara sepupu namanya Hanin.  Karena Ais adalah anak dari Kakaknya Mama Hanin tetapi Hanin lebih tua setahun dari Ais (hmmm bingung kan??) maka untuk saling menghormati mereka dibiasakan saling memanggil Mbak.  Hanin memanggil Ais = Mbak Ais, demikian juga Ais memanggil Hanin = Mbak Hanin.  Win-win solution, kan?
Mereka berdua berteman hanya kalau liburan.  Makanya, dihari-hari sekolah mereka gak bertemu. 
Ceritanya : Ibu Ais kalau memotivasi Ais agar belajar adalah :
Ibu : contohlah Mbak Hanin, setiap hari mentarget diri latihan matematika lima soal, latihan IPA sekian soal, bla...bla... bla..  (ini karena aku pernah membaca tulisan Hanin mengenai pelajarannya)
Ternyata Mama Hanin juga melakukan hal yang sama
Mama Hanin : Contohlah Mbak Ais itu rajin sholat dan belajar
Ketika liburan tiba, mereka bertemu kembali.  Hasilnya adalah
Ais protes padaku.  Buk, mana, Mbak Hanin kalau belajar aja nunggu dimarahin nenek baru belajar.  Seharian dia baca novel melulu.  Haa... aku kaget.
dan waktu aku kliring dengan Mamanya Hanin yang notabene adik ipar sekaligus teman kerja, ternyata mendapat protes yang sama dari Hanin. " Ma, mana, Mbak Ais kalau sholat nunggu diingetin dulu, gitu".
Nah lo, Kami orang tua gak bisa berkutik lagi

Sunday, February 20, 2011

Idho Kursus Renang

Sudah sekitar empat bulan ini, Idho kursus berenang. Ini sungguh suatu pembelajaran yang lama. Sejak umur enam tahun ia sudah sering ke kolam renang, tapi untuk belajar berenang dengan benar, ia harus menjalaninya dalam kurun waktu yang lama. Karena dia memang agak penakut. Jadi untuk belajar slulup saja mungkin perlu setahun. Baru setelah berani slulup, dia belajar bersama pelatih, belajar beberapa gaya renang dengan benar.
Yang lucu adalah kalau selesai berenang, badannya akan belang. benar-benar belang sehingga yang kelihatan "putih" hanya sekitar bokong. dan kondisi ini dikomentarinya sendiri.
"Lho, aku kok kaya tapir!!", hah... aku tertawa ngakak.

Yang lucu lagi, sejak kemarin, pelatih minta pindah kolam renang. Agaknya, Idho tidak begitu suka sehingga minggu ini Idho ogah-ogahan berangkat kursus. Kebetulan, minggu kemarin, aku yang mengantar dan minggu ini ayahnya yang belum tahu lokasinya. Ketika sudah di sekitar kompleks, sang ayah kesulitan mencari lokasi si kolam renang.
ayah : dho, kolam renangnya dimana?
Idho : aku tahu tempatnya, tapi aku ga mau kasih tahu ayah.
ayahnya mlongo.
Akhirnya, sang ayah berputar-putar sejenak (dasar pria gak mau tanya ke orang lain) sampai akhirnya menemukan kolam dimaksud.

Tuesday, February 15, 2011

KL dan SIN cara irit

Lama gak ngeblog. sualnya lagi bepergian. Maklum, kalo nulis di blog masih pake cara primitip. buka leptop (yang bahkan sekarang jadi desktop, karena batere-nya soak), pasang modem, klik koneksi, baru bisa ngeblog. ya sudah lah. Setelah seminggu (eh lima) hari pergi bersama anak-anak, blog dibuka lagi, diisi, diposting lagee. Here it is.
Ceritanya kami ke KL dan SIN. Jangan kira kami berlimpah uang karena bisa pergi ke sana (kalo dikira juga gapapa sih, anggep doa). Kami JJI (jalan-jalan irit) Gimana gak irit, tiket, dapat Rp. 0 Airasia. Bener-bener enol. aku hanya bayar Rp. 660.000 berempat, pp. itu hanya untuk bayar dua bagasi dan airport tax, KL-SUB.

Saturday, January 22, 2011

Ais terima raport bilingual

Hari ini, ada pembagian raport kelas bilingual. Katanya (yang ambil bapaknya, aku belum lihat fisiknya) nilainya pas-pasan. Seperti biasa, keluhan gurunya, Ais terlalu pendiam. Dia hanya cerewet kalau dirumah. Itupun harus ditanyai dulu, baru dia cerita. Dia memang lebih senang menulis. Sampai saat ini, Ais sudah menghasilkan cerita sepanjang 60 halaman. Menurutku ini hebat, karena aku belum bisa seperti itu. Aku juga penghayal, tapi kalau disuruh menuangkan dalam tulisan, biasanya aku bosen, trus jadi UFO (unfinished object). Aku ingin mencari review agar bisa meningkatkan mutu tulisan Ais. Kalau perlu, bermimpi untuk menerbitkannya di Pinkberry.

Thursday, January 20, 2011

Hari-Hari ini Hebuohh

Kami mau piknik ceritanya. Ke LN boo. Makanya anak-anak mulai siap-siap mau apa saja di lokasi. Tak kalah hebohnya sang Ibu. Cari penginapan, cari bus, kereta, yang murah tentu saja. Wong tiket penerbangannya aja gratis dari Air Asia. Ke KL pp empat orang cuma bayar Rp.660.000. Itupun buat bayar bagasi dan airport tax KL-SUB.
Rencananya sih mau klinong-klinong sama Reyhan-Fabiyan dan tentu saja emboknya, Ibu Meliza yang manis. Abinya gak ikut. Bojoku?? sampai hari ini juga belum bikin passport. Padahal, penginapan sudah di set empat orang. kalau beliau gak ikut, istilahnya, mbuang kamar. Lha wong pesen di Tune Hotel (benar-benar Air Asia minded. Nanti kalau sampai di LCCT, paling juga naik Skyline, busnya Air Asia juga, he...he. Anggap sebagai tanda terimakasih sudah kasih tiket gratis), jauh-jauh hari (supaya murah tentu saja), kalau dibatalkan kena potong RM30. Maklum anak sudah menjelang gede. Pake satu kamar kurang jadi harus dua. Kalau Bapaknya gak ikut aku mbuang kamar satu. Susyeh kan. Tapi terus terang, kalau bapaknya gak ikut, hematnya juga cukup signifikan. Maklum, makannya banyak... he..he.. enggak ding, enggak salah. Selain itu, ongkos transport lokal yang dihitung per gundul kan ya lebih irit. Wah.... aku sebenarnya gak boleh mikir begini. Takut kualat.
ada pernyataan menarik dari Ais. Waktu membuat paspor, dia nyeletuk, wah bisa ditulis nih pengalaman bikin paspor, katanya. Padahal dia cuma 50% proses, hanya datang waktu poto doang. Antri masukin berkas dan bayar kan tetep aku. Tapi idenya menarik, karena paspor anak beda dengan paspor dewasa. Detilnya ada di sini

Thursday, January 13, 2011

Idho Terima Raport

Idho baru terima raport setelah liburan. Komentar sedikit mengenai teknis pengambilan raportnya itu lho aku yang agak wondering. Masak terima raport kok di Mall. Mall dekat kami adalah Cito. Iya kalo di gedung pertemuan di dalam mall. ternyata pengambilan raport di hall depan toko-toko yang gak buka, nylempit susah dicari. apaaa maksudnya ini. Yah, meskipun nggerundel, tetep kuambil juga sih. Wong raport anak.
Hasilnya, Idho sih menempati ranking pertama di kelas bersama dua murid lain. Ok lah anakku yang satu ini. Hanya kata ustadznya emosinya itu lo yang masih labil.
Selain itu, sejak tahun baru kemarin, alhamdulillah Idho kok gampang diajak sholat, terutama sholat subuh. Alhamdulillah sekali