Showing posts with label liburan. Show all posts
Showing posts with label liburan. Show all posts

Friday, June 24, 2016

Anak-anak sudah besar sekarang

Sudah lama tidak menulis.
Bulan puasa ini merupakan puasa sederhana kami. Pasalnya, pas hari pertama puasa, embah masuk RSI. maka kocar-kacirlah seluruh rencana kegiatan puasa. Menu sahur, menu berbuka sudah tidak ikut rencana lagi. Bahkan buka hari pertama, anak2 kuanjurkan ke masjid, biar dapat takjil dan buka puasa gratis. Lha gimana lagi, aku masih ngurusi embah di RS. 
Aku saaangat beruntung memiliki anak2 yg pangerten dan helpful. Dua remaja, satu lulusan SMU satu SMP, kadang harus kutugasi menjaga embahnya di RS karena tidak ada orang dewasa yang punya 'waktu' untuk menjaga embah di siang hari. Jadi waktu libur mereka praktis untuk menjaga embahnya. Bahkan sekarang setelah embah sudah kembali ke rumah, mereka masih dengan sabar menjaga dan melayani embah. 
Ada rasa trenyuh kemarin ketika Ais curhat "aku kemarin sampai pengen nangis" katanya.  Karena embah rewel...minta diambilkan makanan, sudah diambilkan, beliau bilang tidak enak...
Aku cuma bisa bilang, "sabar ya, nak!"
Aku yakin pembelajaran ini pasti berguna untuk anak2. Dibanding sepupu2 nya yang jarang menengok embahnya, anakku lebih terampil merawat orang tua.
Pagi tadi, ketika kutinggal kerja, Ais dan Idho membawa embahnya berjemur. Idho yang ngantuk-2 karena belum tidur sejak sahur tadi, tetep dengan patuh melayani embahnya...Alhamdulillah

Sunday, July 3, 2011

LIburan

Waduh, janjiku mau silaturahim ke sanak sodara di Tulungagung waktu liburan tidak terlaksana.  Awal liburan, aku dapat job ngajar di luar kota.  Lumayan, pikirku bisa nambah uang saku.  Tetapi setelah ngajar, aku teler berat.  Nggreges, adem panas.  Ditambah beberapa sanak sodara di Surabaya sendiri juga ada musibah.  Bude Mur yang dulu momong Ais, meninggal dunia, Opa masuk rumah sakit, Anaknya Heru juga masuk rumah sakit. Yah, silaturahimnya dialihkan ke sanak sodara terdekat dulu.
Jadinya, kasihan si Idho, gak bisa kemana-mana, karena ia mabukkan.  Aku gak tega kalau ia ikut ke Jombang seperti Ais kalau tidak didampingi.  Ais sendiri ikut ke Jombang karena di Simo tidak ada yang ngramut, semua diungsikan ke Jombang.  Ais katut. Wis babah.

Tuesday, June 28, 2011

Libur Telah tiba

anak-anak punya kinerja bagus.  Ais nilainya meningkat dibanding semester satu.  Alhamdulillah.  Idho, meskipun kelihatannya rankingnya turun, kalau dulu ranking dua sekarang ranking tiga, aku tetap bersyukur.  sebagai pendidik, aku tidak menekankan harus ranking dsb, yang penting sudah berusaha dengan baik dan punya nilai yang tidak mengecewakan.  Maklum, kita di Indonesia.  Faktor nilai tetap harus diperhatikan.  Ranking pertama di kelas Idho tetap dipegang di Radith putranya pak Budi.  Hebat keluarga Pak Budi itu.  Kakaknya Radith, si Amanda EA yang juga temannya Ais juga prestasinya bagus.  Diangkatannya, dia satu-satunya alumnus SD Alfalah Tropodo yang masuk di SMPN I Sidoarjo.
Tapi, anak-anakku  yo alhamdulillah tidak mengecewakan.  Yang aku kecewakan malah reaksi bapaknya yang kurang puas (kalau perkara nilai selalu ia tidak puas deh).  
"Mestinya bisa lebih tinggi!"  "Kenapa kok cuma segitu?"  
Hah, aku, emaknya anak-anak jadi ikut sewot.  Soalnya selama proses belajar si Bapak juaaarang mau datang sore dan nungguin anak-anak belajar.  Lah kalau belajar gak ditungguin, langsung minta hasilnya baik, ya maaf.  Kalau mau anaknya baik, ya harus dididik.
Ah... sudahlah.  Kami berdua kadang punya pemikiran beda tentang bagaimana mendidik anak-anak.  Ya biasalah, namanya dua kepala, pasti ada yang tidak sama.  Terutama tentang bagaimana menghadapi ujian-ujian anak-anak.  Suami mungkin sudah terlanjur punya stigma bahwa nilai sangat penting dan di daerah Sidoarjo itu bobrok manajemen pendidikannya, ia lebih condong pake cara cepat (instant).  Masukkan anak ke Bimbel, nanti nilainya akan bagus.  Sementara aku lebih percaya pada proses dan pembangunan karakter anak, lebih pilih anak harus belajar memahami sedikit demi sedikit ditambah dengan kejujuran dan tentu saja doa, berhadap anak-anak benar-benar mendapat ilmu yang barokah dan manfaat sehingga dapat dipegang sampai nanti.  Makanya, kalau di SD aku bersikeras memasukkan anak di SD Islam, karena aku percaya bahwa pendidikan dasar haruslah pendidikan karakter yang mengedepankan kerja keras dan kejujuran.  Aku berniat memasukkan Ais ke Bimbel karena aku sudah tidak paham lagi ilmunya.  Ya sudah lah.  Semoga tercapai.  Kami berusaha yang terbaik.  Semoga ilmu yang diperoleh anak-anak kami nantinya bermanfaat dan membimbing mereka ke jalan yang diridhoi Allah SWT, Amiien.
Sekarang, liburan telah tiba.  Ais ke Jombang, Idho di rumah.  Ini karena aku gak tega.  Idho kalau naik kendaraan mabuk berat.  dari Sedati ke Nginden, waktu ikut pengajian kemarin saja ia muntah 4 kali.  Pulangnya 2 kali.  Kalau ke Jombang naik mobil tanpa aku, bisa teler berat gak keramut nantinya.  Ya sudah.  waktu puasa di rumah kami mamfaatkan untuk nyaur utang puasa dua hari.  Hari pertama, Idho pusing jadi puasa bedhug.  Wis gapapa.  Hari ini InsyaAllah kami puasa lagi, mudah-mudahan bisa kuat sampai maghrib.
Ohya.  Rencana ke TulungAgung masih belum terlaksana.  Aku agak sakit.  Biasa habis dapat proyek yang menyita energi.  Selain itu banyak cobaan juga.  Budhe Mur yang dulu mengasuh Ais waktu kecil tiba-tiba dikabarkan wafat.  Sakitnya sudah lama, tapi akhir-akhir ini tidak ada kabar trus meninggal.  Semoga arwah beliau ditempatkan sesuai amalnya.  Opa (mertua) juga sakit.  Sekarang masih di RS.  Jadi Ais ke Jombang itu karena ikut mengungsi Hanin dan Fiyan sepupunya karena gak ada yang ngramut.  Nenek jaga opa di RS, tante Emma lagi Umroh.  Makanya diungsikan ke Jombang ke tante Ita.  Ais yang kebetulan ada di rumah nenek, katut juga.

Wednesday, June 15, 2011

Menunggu Rapotan

Minggu-minggu ini anak-anak menunggu rapotan.  Di sekolah Ais, kalau ditanya, ngapain?  jawabanya adalah, pokoknya melakukan hal yang gak penting!  Nah, sudah kalau begitu.
Kalau di sekolah Idho, ada business day.  Hari Selasa, Idho minta dikulakkan Pop Mie.  Dari pengalaman yang lalu, Idho kalau jualan makanan gak pernah beres.  Hasilnya adalah bisa jadi 50% dagangan dimakan sendiri.  jadi kami hanya membelikan Pop Mie 5 buah.  Tapi begitu paginya dia agak panas badannya, kami malah melarangnya masuk sekolah, takut badan sudah gak fit, makan Pop Mie tak terkendali, bisa tambah parah dia.  ya sudah, lebih baik gak usah ke sekolah sekalian deh.
Minggu depan anak-anak mulai libur.  Kami punya ide besar mengisi liburan ini.  Mau silaturrahim ke TulungAgung, daerah asal Ibu dan Bapak Salim.  Disana masih banyak sepupu, pak lik, bulik yang jarang dikunjungi lagi karena sesepuh sudah meninggal.  Kami mau mendata lagi saudara-saudara agar tersambung kembali hubungan.  Apalagi sekarang kan ada henpon.  Yakin salah satu dari anggota keluarga di TulungAgung pasti punya.  Pokoknya nanti akan kusiapkan cengkorongan, list nama alamat dan nomor telpon.  Wah, membayangkan itu, asyik juga