Sunday, May 5, 2013

Catatan Penting lima bulan ini

Karena makin jarangnya aku entry posting ini, makanya kurangkum saja.
tanggal 19-28 Januari kami membolang ke Makkah dan Madinah.  Umroh maksudnya.  tapi benar-benar dengan cara irit.  Sodara yang biasanya umroh tiap tahun dan selalu sangu paling tidak 90 jeti, tanya habis berapa? Saya cuma bilang habis 3 juta.  Itu sudah termasuk oleh-oleh sekedarnya untuk keluarga dan tetangga dan setiap makanan aneh dicobain seperti sawarma dan pizza di Hilton Hotel.  yang dimaksud kami adalah aku dan Ais dan Idho.
Kami anggap mbolang juga karena pulang pergi naik taksi ke bandara, tanpa perlu diantar rombongan yang biasanya mengantar orang ibadah umroh.  Wes gpp. Sing penting berangkat dan pulang selamat dan lebih khusyuk ibadahnya.  Amien...

Tanggal 24 Februari 2013 Idho Ultah.  Tidak makan diluar, hanya masak istimewa di rumah yaitu chicken cordon bleu ditambah softdrink yang dicampur es krim.  Murmer.  uang lebih disumbangkan ke panti asuhan saja.  Mudah-mudahan Idho makin oke.

tanggal 22-25 April Ais UNAS
Tanggal 2 Mei aku ujian Komisi Hasil
Tanggal 6 Mei besok Idho UNAS
kesimpulannya, dalam tiga minggu ini, kami bergantian ujian.  Bukan main, ini seperti paket ujian buat kami

Hari ini, 5 Mei.  Aku dan Ais Ultah.  Kemarin Ais sudah menyampaikan ingin boneka Angry bird besar.  sudah dibelikan, eh malah anaknya ke Simo.  Yo wes

Sunday, December 16, 2012

Hasil Lomba yang diikuti Idho

Sebagai catatan saja, ternyata dalam bidang IPA, Idho meraih 10 besar lomba di Petra.   sedang lomba se Kecamatan Waru, dia Juara Harapan III.  Alhamdulillah

Cara cerdas menyiasati ketiadaan pembantu

Sejak dini kukatakan pada anak2, suatu ketika, kita akan kesulitan mencari pembantu.  Kalaupun ada, kita akan kesulitan membayarnya karena mereka akan meminta gaji yang tinggi.  Kita akan seperti berada di luar negeri, hidup mandiri tanpa pembantu.
Nah sekarang kami mengalaminya.  Sejak Idul Fitri kami tidak punya pembantu.  Maka berbagai cara dilakukan agar kehidupan sehari-hari bisa berjalan tetap.  The show must go on- kan?
 Dari analisisku (maklum dosen, segala sesuatu dianalisis), tugas my pembokat adalah:
  1. Cuci dan setrika.  Dengan mudah tugas ini kualihkan ke jasa laundry kiloan yang sekarang marak di kampung-kampung.  Thanks God pada kreatifitas para wirausahawan yang menangkap peluang makin meningkatkan kesibukan ibu dan bapak rumah tangga.  Sekarang, cuci setrika dirumah hanya untuk CD dan kawan-kawan yang bisa dilakukan dua atau tiga hari sekali.  Lebih dari itu, bisa gak pake CD anak-anakku.  Ini sangat menghemat uang dan tenaga.  Kalau dihitung-hitung, dengan laundry kiloan, kita malah hemat sabun dan listrik.  Yah meskipun kualitas setrikaan tidak seindah kerjaan pembokat, tapi lumayanlah.
  2. Masak.  Ooo... masak adalah kerjaan IRT, jadi ada dan tidak ada pembokat, aku tetap masak
  3. cuci piring dan gelas.  Nah ini nih yang bikin cape juga.  makanya kucoba akali.  dulu kalau makan tanpa kuah, piring kualasi kertas.  Lama-lama takut gak sehat juga, karena kalau diamati, kertas bungkus kalau diberi makanan panas, meleleh.  Hadeh... makan plastik dong anak-anakku.  Makanya akhirnya aku kembali ke alam.  pake alas daun pisang.  Ciptaan Allah is the best.  Alhamdulillah
  4. Kembali ke alam.  Makan pake alas daun pisang

Saturday, December 1, 2012

Idho berwirausaha

Kemarin adalah hari bersejarah.  Idho berjualan shushi di sekolah.  Hasilnya? Sukses besar.  tujuh paket shushi @Rp 2000 ludes terjual.  Alhamdulillah

Wednesday, November 28, 2012

Lama tidak ngeblog

Lama nian tidak nulis-nulis, curhat-curhat.
sebenarnya forum ini bukan buat curhat sih.  Tabu.  Tapi kadang kalau kadung gregetan, ya keluar juga.
Smoga anak-anak nanti paham situasi.
yang jelas saat ini kondisi dan situasi tidak menentu.  Rumit.
Tapi gapapa
Inilah dinamika hidup.
Sebagaimana dinamikanya anak-anak. 
Sekarang Ais dan Idho harus fokus pada persiapan ujian. 
aku juga berencana untuk mengajak mereka Umroh.  InsyaAllah semoga Allah mengabulkan. 
Eh jadi ingat, mau lihat pameran Umroh dan Haji di Royal Plaza dan mau buka webnya penyelenggara Umroh. Soalnya,  menurut beberapa teman, memilih penyelenggara Umroh juga harus hati-hati.  Takut terlunta-lunta di negeri orang.
Aku benar-benar berdoa.  Semoga bisa umroh beneran.  Dalam kondisi tidak menentu begini.  Ada beberapa kekhawatiran.  Aku hanya berdoa.  Semoga Allah ridho. Amin

Wednesday, September 26, 2012

Lomba Lagi

Idho akan diikutkan lomba IPA lagi, makanya seminggu ini dia dikarantina.  Yah, mudah-mudahan berhasil kali ini.  Lomba akan diadakan di SD Petra.  Masih babak penyisihan. 
Ais, sudah tidak aktif di PMR lagi karena sudah kelas IX.  Kerjanya sekarang adalah sekolah sampai jam 3 an, sering harus mampir dulu untuk japok (kerja kelompok), atau ke internet karena ada tuga.  Waduh, modem kami rusak, jadi gak bisa dipake.  kasihan anakku kalau ada tugas cari di internet.  Tapi kadang nyebelin juga kalau ada internet, karena mereka bisa seharian main.  Yang kukhawatirkan lagi sekarang banyak blog yang informasinya dibutuhkan anak-anak, tapi lampiran iklannya 'menakutkan'.
Mudah-mudahan anak-anakku bisa menyaringnya.

Wednesday, June 20, 2012

Business Day ala Idho

 Ceritanya, beberapa hari yang lalu, setelah UAS (star war istilah di sekolah Idho) diadakan business day.  Anak-anak diberi kesempatan membuat pasar dengan saling menjual dan membeli.  ceritanya Idho ingin jual Pop Mie.
Aku sbagai ibunya agak khawatir karena business day tahun-tahun lalu, Idho dagang bukannya habis terjual, tapi habis dimakan sendiri...he..he..
Tapi untuk tetap mendukung hal yang positif, tetap kubolehkan berjualan dengan tantangan tidak boleh memakan dagangannya sendiri.  Ini harus diwanti-wanti betul dan berkali-kali.
Maka daganglah Idho Pop Mie kecil dengan ditambah telur puyuh.  Agaknya telur puyuhnya menarik perhatian, sehingga 10 unit produk langsung terjual.... Sukses!!
Makanya, begitu dijemput pulang dia langsung cerita dengan gembira kalau dagangannya laris manis.  Idho tidak makan dagangannya sama sekali.
Ketika ditanya: mana uang hasil dagangan??
Idho (sambil takut-takut) bilang kalau uangnya tinggal Rp. 1000.  Padahal seharusnya dia mengantongi Rp. 30.000 hasil dagangan plus Rp. 7.000 uang sediaan untuk kembalian.  Jadi dia menghabiskan uang Rp. 36.000 untuk foya-foya!!! hah...
ketika ditanya, ternyata uang dihabiskan untuk beli es jus, es krim, kartu mainan... Pantas saja!!!