Monday, October 18, 2010

Ais Pasang Behel

Pas tanggal satu Oktober 2010 kemarin, Ais akhirnya pasang behel. Harganya, alhamdulillah dapat "harga teman". Sekian juta, boleh dicicil sak karep-e selama behel masih dalam perawatan. yah, kira-kira dua tahunan. Aku berencana membayarnya semesteran, he...he. Anggap bayar uang kuliah. Trims Oom Drg Arie. GustiAllah sing mbales.
Gigi Ais memang agak berantakan. Yang atas sih gingsul cukup bikin manis, tapi yang bawah, amburadul betul. Kata si drg, kalau tambah besar tambah parah. Ok lah kalau begitu. Kami tetapkan hati untuk menata gigi anak gadisku.
Yang jadi masalah adalah ada empat buah gigi sehat yang harus dicopot untuk memberi ruang gerak bagi gigi yang lain agar tumbuh rata. Aku gak tega. Akhirnya, kami ngalahi datang tiap minggu selama empat minggu untuk mencabut satu-satu gigi tersebut. Giginya benar-benar sehat. Kami simpan agar jadi kenang-kenangan.
Sekarang, behel itu sudah terpasang manis di gigi Ais. Hari pertama, sudah copot dua karena makan batagor. Balik lagi ke dokternya. Ok behel yang copot tidak dipasang lagi karena belum perlu. Beberapa hari sesudahnya, Ais masih merasa ngilu jadi males makan. Gak papa, tuh anak cenderung gemuk.
Sampai sejauh ini, Ais sudah terbiasa dengan behelnya. Mudah-mudahan lancar saja. Aku juga berdoa agar ini bukan digolongkan sebagai tidak menghargai pemberian Allah.

Thursday, September 30, 2010

Imunisasi

Seminggu ini anak-anak dapat imunisasi di sekolah masing-masing. Ais, dapat imunisasi diare katanya, hari Kamis tadi pagi. Idho imunisasi tetanus, Selasa kemarin.
ceritanya lucu-lucu
  1. Ais, disuntik katanya seperti digigit kalajengking. Ada temannya yang semaput karena takut jarum suntik
  2. Idho disuntik katanya seperti dicubit dan ia berteriak "auwooo" kayak Tarsan. Ada temannya yang lari bersembunyi karena takut
Yah, mudah-mudahan semua sehat, karena sampai blog ini ditulis, Idho apalagi Ais, masih merasa bekas sakitnya. Dasar Ibunya pelupa. mestinya dibelikan minyak tawon yang kebetulan dirumah habis. Biasanya, kalau di beri minyak tawon, reda sakitnya.

Monday, September 20, 2010

Idho Gundul di Hari Iedul Fitri 2010

Tak ada angin tak ada hujan, Idho tiba-tiba punya ide memotong rambutnya Ramadhan lalu. Aku ingat betul, Sabtu 4 September 2010. karena sebenarnya, sore itu aku berencana ikut khataman di Perbanas, terpaksa gagal karena ribut mengurusi Idho yang pethal-pethal. Belum lagi dia menghabiskan hampir setengah kilo sabun cuci, karena berusaha mencuci sendiri bajunya yang kena rambut. Ketika ditanya mengapa pake nyuci-nyuci segala, katanya :aku bingung mau diapain. Kasihan juga dia.
Hasilnya, pada hari raya, Idho gundhul. Karena dia suka makan dia dijuluki Avatar, the last food bender eh blender, he...he. Yang memanggakan, meskipun suka makan, dia tahan godaan a waktu puasa. hanya tidak puasa 3 hari, itupun karena sakit.
Lucunya, hari terakhir puasa, dia bilang mau puasa setengah hari. untuk apa, tanyaku. Jawabnya: untuk siap-siap besok. Aku mau adaptasi karena mau makan banyak di hari raya. Yah itulah anakku. Benar-benar the food bender deh.
Iedul fitri kali ini cukup istimewa. Idho dan Ais sholat pake baju bikinan ibu sendiri. Wah Ais bangga betul dengan bajunya karena dijahit sesuai rancangannya sendiri. Dia memperkirakan nanti Mbak Hanin sepupunya akan iri. dia bilang baju ini tidak dibeli jadi dan tidak disewakan, katanya.
Yang menggembirakan (agak menakutkan ibu sebetulnya), adalah sekarang Ais mulai bisa mengelola uang, kalau ibu utang ya diingat-ingat dan ditagih, he..he. beda dengan Idho yang masih belum ngeh dengan uang. Dapat Angpao dari Pak De Rp. 50.000, ilang. Wah ibunya yang menyesal.

Friday, August 20, 2010

Puasa Ramadhan

Ramadhan ini, sungguh istimewa. Bukan karena gebyarnya, tapi semangatnya. Alhamdulillah lebih merasa dekat dengan Allah. Mungkin karena lagi tidak terlalu banyak uang, he..he. Alhamdulillah lagi, kondisi ini tetap membuatku tenang. Biasanya, kalau gak punya uang, pengennya malah jajan aja.
Kondisi anak-anak sih awalnya sehat. Tapi di hari ke6 Idho batuk berat. Aku sendiri widalku cukup tinggi. Akhirnya kami tidak puasa untuk minum obat. Idho utang 3 hari, sedang aku 4 hari. Padahal tahun lalu, Idho Puasa sebulan penuh. Kami janjian, nanti akan nyaur bareng. Setelah nyaur baru dibanca'i dengan black forest

Wednesday, July 21, 2010

Anak-anak mulai sekolah

Alhamdulillah, semester baru sudah mulai berjalan. Ais di SMPN 1 Waru, Idho naik kelas IV. Beragam kehebohan awal semester pasti terjadi. Tapi beda dengan tahun-tahun lalu. Aku gak terlalu bingung mempersiapkan buku. Anak-anak masih punya buku yang belum optimal penggunaaannya. Jadi, kami sepakat tidak perlu buku baru. Buku lama, dibuang sampulnya, diganti dengan yang baru (tapi belum dilakukan. Emaknya masih repot dengan tugas UAS) maka buku siap digunakan. Mungkin beda dengan waktu kita masih sekolah dulu. Buku tulis yang dibutuhkan banyak, karena tidak banyak menggunakan buku teks. Nah sekarang, buku teks buanyak, anak-anak tidak perlu mencatat. Bahkan latihan soal pun di buku itu, jadi buku tulisnya agak longgar. Ya sudah lah. jaman sudah berubah.
Yang sangat emosional menurutku, saat aku membelikan buku teks untuk Ais. Rasanya aku begitu bahagia. Kenapa? Ini seperti ajang balas dendam buatku, karena waktu aku seumuran Ais, aku tidak difasilitasi buku dengan cukup. Makanya aku selalu meminta anak-anak bersyukur, mereka mendapat yang lebih baik dari ibunya dulu. Ihhh, mellow ya.

Yang lucu, Idho memang selalu ingin seperti apa yang dilakukan kakaknya. Waktu Ais MOS kemarin, setiap ada tugas membawa makanan, Idho pasti tidak ketinggalan minta hal yang sama. Kata Idho, enak ya ikut MOS. Tugasnya bawa makanan-makanan yang aku suka (anakku yang satu ini kan memang doyan makan). Tidak hanya makanan yang Idho ingin mencontoh, bahkan tugas membawa foto narsis pun Idho juga ingin dibuatkan.

Wednesday, June 30, 2010

Idho Masuk Final Olimpiade Sain Kuark

Alhamdulillah, Idho masuk Final Olimpiade Sains Kuark yang diselenggarakan di Jakarta tanggal 26-27 Juni 2010. Dari kurang lebih 78.000 siswa di seluruh Indonesia pada babak penyisihan dan sekitar 5.000 semifinalis, akhirnya tersaring sekitar 300 anak yang masuk final.
Acaranya padat, dua hari berturut-turut dari pagi sampe malam. Alhamdulillah Idho kuat. Aku yang malah teler setelah pulang. Rasanya puyeng pengen muntah. Mungkin karena masuk angin.


Di Jakarta, Alhamdulillah lagi, aku dijamu oleh teman-teman. Endah, Eva dan Sugeng. Mereka bergantian mengantar jemputku. Wah mulyo sekali uripku.
Pengalaman sebagai finalis dan pendamping, sungguh sangat berharga. Bertemu dengan anak-anak pintar yang lain dari seluruh penjuru tanah air. Meskipun tidak membawa medali kemenangan, tetapi Idho sudah mendapat banyak pembelajaran yang berharga bagaimana menerima kekalahan. Sempat mau marah juga. Untung panitia pinter. Semua anak diberi medali finalis, jadi biar tetap terhibur.

ini foto finalis level 2

Idho dan teman-teman sesama dari Sidoarjo

Pada saat yang sama, Ais harus mengikuti tes SMP dan pesta perpisahan di Gedung Depag Juanda. Dia ditemani ayahnya. Sebagai lulusan ia mendapat gelar Miss Dermawan he..he . Waktu kutanya dari mana uang yang didermakan, ya dari Ibu. Padahal aku merasa jarang memberinya uang infak.

Friday, June 18, 2010

Catatan yang tertinggal

Setelah sekian lama tidak menulis, rasanya merasa bersalah juga. Takut banyak moment yang tidak terekam. Kubuat list singkat saja agar bisa dikenang beberapa tahun nanti.
  1. Ais sudah ikut UASBN, besok Sabtu 19 Juni 2010 akan terima hasilnya. Sebagai orang tua tentu saja aku berdoa agar yang terbaik untuk anakku. Harapan kami dia bisa masuk SMP negeri.
  2. Selain UASBN, ia juga ikut ujian lokal. Ini adalah ujian yang agak kusesali karena persiapannya minim banget. Setelah berminggu-minggu belajar, latihan dsb untuk UASBN, ujian lokal sudah kehabisan amunisi. Jenuh. Sehingga Ais maupun aku orang tuanya, tidak mempersiapkan dengan baik. Tapi kelihatannya hasilnya masih lumayan. Kita lihat saja besok
  3. Berita gembira, Idho masuk Final Olimpiade Sains Kuark Level 2. Besok tanggal 26-27 Juni 2010 bertanding di Jakarta. Mudah-mudahan dapat hasil yang baik. Tidak berani berharap banyak sih, karena ia berada di kelas 3 padahal level 2 untuk anak kelas 3 dan 4. Jadi saingannya pasti ada yang lebih tinggi kelasnya. Wis gakpapa, pengalaman lebih berharga. Sekarang ini, ia didrill terus menerus oleh guru IPAnya
  4. Senyampang berbahagia karena Idho masuk final, perkembangan emosinya membuat kami prihatin akhir-akhir ini. Ia pemarah betul. Kemampuan sosialnya kelihatan rendah. Mungkin karena kesukaannya membaca, sehingga ia asyik sendiri. Apalagi rumah kami jauh dari tetangga. Ada beberapa anak tetangga yang seumur dia, tapi Idho tidak tertarik untuk bermain bersama mereka. Padahal, anak-anak itu juga memanggilnya untuk bermain dan bahkan pinjam bolanya. Ada hal menarik. Besok Sabtu, si Wahid, salah satu anak tetangga mau disunat. Waktu kutanya, kamu mau ngado apa, Dho. Bola saja, katanya. Kenapa? Wahid kan suka pinjam bolaku. Ah anakku. Sebenarnya pengertian dan empatinya cukup besar. Tetapi gak tahu kenapa akhir-akhir ini suka gampang marah. Dijawil teman ia bisa marah. Kami masih berupaya untuk membimbingnya mengatasi emosinya itu.