Showing posts with label behel. Show all posts
Showing posts with label behel. Show all posts

Saturday, July 16, 2011

Buku...Buku...

Awal semester adalah waktunya investasi.  Bagaimana tidak!  Anak-anak terutama Idho yang di sekolah swasta harus beli buku baru.  Buku kakaknya, yang sengaja kusimpan barangkali bisa diwariskan ternyata tidak berguna sama sekali.  Beda benar dengan waktu kita sekolah dulu.  Bukunya cukup satu bisa turun temurun sampai tujuh sodara.
Akhirnya, karena harus beli juga, keputusan agak belakangan.  Akibatnya adalah, Idho belum masuk daftar pembeli buku.  Jadinya kami ortu harus datang dan menunjukkan bukti kuitansinya agar sianak bisa ambil jatahnya.  Akibat sistem informasi kurang lancar.
Kalau Ais, ada buku yang dipinjami, ada yang harus beli.  Ya sudah, beli ajah.  Sekalian besok disampuli bareng-bareng.
Topik lain nih.
Sampai segede ini, Idho masih juga sering berantem dengan temannya.  Setiap pagi, setiap berangkat sekolah, kutanya, apakah kemarin berantem dengan temannya, dia jawab iya.  Idho memang agak temperamental.  Kedua anakku kadang tidak atau belum bisa membedakan mana yang guyon mana yang beneran.  Atau mereka menganggap semuanya serius, sehingga digoda temannya sudah dianggap mengganggu. 
Kalau Ais sih sudah sedikit bisa, tapi kadang, pernyataan guyonku pun ditanggapi serius. 
Yang masih menjadi peer bagi kami ortu dan guru adalah si Idho yang sejak dua tahun lalu terindikasi temperamental.
Ohya, Ais sekarang agak kasihan.  Behelnya hilang empat biji waktu liburan kemarin.   Waktu seharusnya datang ke dokter untuk perawatan, ayahnya tidak segera melaksanakannya dan si anak juga asyik liburan di Jombang. Begitu datang ke dokter, terpaksa kawatnya belum dipasang lagi.  Kata Om Ari dokternya, harus dibelikan lagi baru dan biasanya tidak dijual satuan, jadi harus satu set.  Waduh... habis berapa lagi nih?  Waktu kutanya, si dokter belum menjawab je...
Yang lucu adalah cita-cita Idho.  Kemarin hari pertama sekolah, dia diminta mencari gambar cita-citanya, dan ternyata cita-cita Idho saat ini adalah sebagai.... Binaragawan.
Waktu ku tanya, mengapa?
Ternyata karena terinspirasi kerjabakti yang dilakukannya waktu liburan kemarin.  Memang, Idho dengan penuh semangat membantu membersihkan rumput dan tanaman liar di depan rumah selama dua hari.
Waktu kuingatkan dengan hobbynya terhadap science, jawabnya... jadi ilmuwan kan juga harus kuat, menangkap ular, berjalan di hutan kan juga butuh tenaga...
Mau bilang apa lagi, aku???


Monday, October 18, 2010

Ais Pasang Behel

Pas tanggal satu Oktober 2010 kemarin, Ais akhirnya pasang behel. Harganya, alhamdulillah dapat "harga teman". Sekian juta, boleh dicicil sak karep-e selama behel masih dalam perawatan. yah, kira-kira dua tahunan. Aku berencana membayarnya semesteran, he...he. Anggap bayar uang kuliah. Trims Oom Drg Arie. GustiAllah sing mbales.
Gigi Ais memang agak berantakan. Yang atas sih gingsul cukup bikin manis, tapi yang bawah, amburadul betul. Kata si drg, kalau tambah besar tambah parah. Ok lah kalau begitu. Kami tetapkan hati untuk menata gigi anak gadisku.
Yang jadi masalah adalah ada empat buah gigi sehat yang harus dicopot untuk memberi ruang gerak bagi gigi yang lain agar tumbuh rata. Aku gak tega. Akhirnya, kami ngalahi datang tiap minggu selama empat minggu untuk mencabut satu-satu gigi tersebut. Giginya benar-benar sehat. Kami simpan agar jadi kenang-kenangan.
Sekarang, behel itu sudah terpasang manis di gigi Ais. Hari pertama, sudah copot dua karena makan batagor. Balik lagi ke dokternya. Ok behel yang copot tidak dipasang lagi karena belum perlu. Beberapa hari sesudahnya, Ais masih merasa ngilu jadi males makan. Gak papa, tuh anak cenderung gemuk.
Sampai sejauh ini, Ais sudah terbiasa dengan behelnya. Mudah-mudahan lancar saja. Aku juga berdoa agar ini bukan digolongkan sebagai tidak menghargai pemberian Allah.