Biasalah, setiap hari awal sekolah ada sedikit kehebohan. Untuk mengantisipasi itu, kebiasaan-kebiasaan buruk harus dicegah, seperti misalnya Idho kalau dibangunkan pagi suka rewel. Istilahnya "ehek-ehek". makanya malam hari sebelum tidur, Idho sudah diwanti-wanti, "Idho sudah kelas 5, kalau dibangunkan pagi dilarang ehek-ehek.
Hasilnya, efektif. idho bangun dengan anggun, tanpa rewel dan ehek-ehek.
Kehebohan lain adalah penjemputan. Berhubung hari ini aku juga harus ke Malang, makanya antar akan dilakukan oleh ayahnya, jemputnya itu yang heboh. Agaknya Dilla, yang biasa kuminta njemput anak gak sadar kalau hari ini mulai sekolah, Dia terlanjur merelakan sepeda motornya dibawa bojonya. Bingung deh, siapa yang harus nyusul. Pak De juga harus ke Jombang. Akhirnya, ayahnya yang jemput. Sayangnya, terjadi kebingungan beliou ketika mencari Ais, anaknya gak menerima panggilan HP. Syukurlah akhirnya, si anak sendiri yang menghubungi ayahnya untuk minta dijemput. Karena ayahnya sudah berada di sekitar sekolah, makanya cepet ketemu. Si Ais malah kaget sendiri.
Seperti biasa, di sekolah Idho ada penerbangan segerombolan balon menandai penerimaan siswa baru kelas I SD. Kata Idho, tidak semua balon bisa melambung sempurna. Ada yang jadi buah katanya, karena nyantol di pohon. Idho telah mengalaminya 5 tahun yang lalu. Alhamdulillah anak-anakku sudah bertambah besar.
Yang harus dipelajari Idho adalah bagaimana menahan diri agar menggunakan uang sesuai peruntukan. Kemarin dia diberi ayahnya uang untuk beli badge sekolah. Karena itu sudah termasuk pada paket buku, uang jadi gak kanggo. Nah kalau sudah begini, uang langsung dibelanjakan untuk jajan. sudah berkali-kali Idho diberitahu bahwa kalau uang untuk sesuatu, tidak boleh untuk sesuatu yang lain, tapi dia masih belum bisa mengerem keinginan untuk jajannya. Yah harus belajar terus.
Seperti biasa, di sekolah Idho ada penerbangan segerombolan balon menandai penerimaan siswa baru kelas I SD. Kata Idho, tidak semua balon bisa melambung sempurna. Ada yang jadi buah katanya, karena nyantol di pohon. Idho telah mengalaminya 5 tahun yang lalu. Alhamdulillah anak-anakku sudah bertambah besar.
Yang harus dipelajari Idho adalah bagaimana menahan diri agar menggunakan uang sesuai peruntukan. Kemarin dia diberi ayahnya uang untuk beli badge sekolah. Karena itu sudah termasuk pada paket buku, uang jadi gak kanggo. Nah kalau sudah begini, uang langsung dibelanjakan untuk jajan. sudah berkali-kali Idho diberitahu bahwa kalau uang untuk sesuatu, tidak boleh untuk sesuatu yang lain, tapi dia masih belum bisa mengerem keinginan untuk jajannya. Yah harus belajar terus.
No comments:
Post a Comment