Yang kusukai dari Idho adalah dia konsisten. Dia suka makan, tapi juga suka masak. Dia bisa membantu masak sampai selesai. Beda dengan Ais, yang kalau bantu kadang gak sampai selesai sudah bosan dan ditinggal. Anak memang beda-beda. Ini salah satu hasil karya kami. Malem-malem sehabis pulang kerja, Idho menagih janji membuat mantau, dia bantu nguleni dan yang paling seru katanya adalah menggulung dan mengiris.
Ini ada foto yang ketinggalan. Tanggal 28 Oktober setiap tahun harus sewa baju daerah untuk upacara Hari Sumpah Pemuda. Idho juga suka memperhatikan baju-baju daerah. Sebenarnya sih dia terobsesi pakai pakaian Papua. Tapi gak mungkin lah ya, wong dia sekolah di sekolah Islam. Cowok ya harus pake pakaian panjang.
Minggu kemarin Idho sakit. Padahal libur hari tasyrik. Di sekolahnya memang dibiasakan. Hari Arafah semua anak dianjurkan puasa, trus Iedul Adha dan tiga hari tasyrik libur. Tapi karena mulai tanggal 9 Dzulhijjah Idho sakit, ia tidak masuk dan tidak puasa. Yang membanggakan, ia bertanya " Buk kapan aku bisa nyaur puasa?". alhamdulillah, meskipun suka makan, kalau disuruh puasa Idho masih semangat juga.
Idho kalau sakit, umumnya, radang tenggorokan, batuk-batuk sampai muntah. Nah masalahnya, kalau ada orang muntah aku juga jadi ikutan muntah. Makanya, waktu Idho muntah, aku tidak sanggup membantunya. Ayahnya lah yang ngramut.
Alhamdulillah, hari ini dia sudah baikan setelah kemarin di dadah mbah nyuk-nyuk. Rupanya ada yang keseleo. Makanya, panasnya tidak merata. Badan bagian atas panas, kaki dingin.
Minggu kemarin Idho sakit. Padahal libur hari tasyrik. Di sekolahnya memang dibiasakan. Hari Arafah semua anak dianjurkan puasa, trus Iedul Adha dan tiga hari tasyrik libur. Tapi karena mulai tanggal 9 Dzulhijjah Idho sakit, ia tidak masuk dan tidak puasa. Yang membanggakan, ia bertanya " Buk kapan aku bisa nyaur puasa?". alhamdulillah, meskipun suka makan, kalau disuruh puasa Idho masih semangat juga.
Idho kalau sakit, umumnya, radang tenggorokan, batuk-batuk sampai muntah. Nah masalahnya, kalau ada orang muntah aku juga jadi ikutan muntah. Makanya, waktu Idho muntah, aku tidak sanggup membantunya. Ayahnya lah yang ngramut.
Alhamdulillah, hari ini dia sudah baikan setelah kemarin di dadah mbah nyuk-nyuk. Rupanya ada yang keseleo. Makanya, panasnya tidak merata. Badan bagian atas panas, kaki dingin.
No comments:
Post a Comment