Ini cerita tentang Ais yang sangat suka dengan majalah Mentari. Setiap sabtu dia minta beli. Bagiku sih gak masalah. Majalahnya sih tipis aja. Paling sehari selesai dibaca semua. Yang jadi masalah adalah Ais sering mengulang-ulang membaca majalah itu. Jadi lupa belajar deh. Makanya aku coba mensiasati. Baru boleh beli majalah setelah mampu dapat minimal nilai 75 dari latihan matematika yang aku buat. Kenapa begini? Karena Ais sangat lemah dalam matematika, jadi menurutku, ia perlu banyak latihan. Pernah, karena tidak latihan, Ais dapat nilai 33 pada test hitung dasar (THD) yang setiap bulan dilakukan di sekolah. Kalau sudah begini, langsung beli-beli majalah di stop.
Jadi negonya begini.
Ibuk : “Ais boleh beli majalah Sabtu ini!!”
Ais : “ ya, Buk” (dengan suara penuh semangat dan punggung tegak)
Ibuk : “tapi harus THD dulu sama Ibuk”
Ais : “ya Buk” (dengan punggung ditekuk kembali dan suara melas)
Kaciaan anakku
Jadi negonya begini.
Ibuk : “Ais boleh beli majalah Sabtu ini!!”
Ais : “ ya, Buk” (dengan suara penuh semangat dan punggung tegak)
Ibuk : “tapi harus THD dulu sama Ibuk”
Ais : “ya Buk” (dengan punggung ditekuk kembali dan suara melas)
Kaciaan anakku
No comments:
Post a Comment