Bermula dari kesenangan anak-anak melihat hewan. Kukira semua anak tertarik dengan makhluk yang berjenis ini. Untung kami tinggal di Waru. Cuma satu kali bis kota, kalau mau ke kebun binatang Surabaya. Pernah saking seringnya, hampir dalam empat minggu berturut-turut aku mengantar anak-anak ke KBS, mbak Har saja sudah emoh kalau diajak. Bosen, jelas. Tapi namanya ibu yang baik, ya kuturuti saja permintaan mereka. Apalagi waktu itu kami masih punya mobil. Dengan mudah aku mengangkut anak-anak kemana mereka mau piknik. Selalu mintanya ke KBS. Aku sampai hafal letak kandang binatang di KBS. Dari pintu masuk, kalau ke kiri, daerah kandang burung, lurus, akuarium, kanan, hewan besar seperti macan dan gajah. Ditengah-tengah ada banyak kandang monyet dan perpustakaan. Yang terakhir ini sampai sekarang, Ais sudah kelas 6, kalau kita ke KBS selalu mampir dan menyapa petugasnya. Mereka hafal kami!!
Hasil dari terlalu sering ke KBS, setelah tidak memberi nama dino pada anggota keluarga, sekarang nama diganti dengan nama binatang yang ada di kebun binatang. Aku, beruang, ayahnya, gajah (sesuailah), Ais sendiri suka jadi macan, dan adiknya, Idho diberi nama kuda Nil, mbak Har-nya Jerapah. Dan nama ini masih melekat sampai sekarang. Kalau lihat tivi dan kebetulan tentang beruang, dengan enaknya Idho teriak, “Ibuk-Ibuk” sambil nunjuk ke televisinya. Untung gak ada orang lain disekitarnya. Ya sudah, terimalah dengan bangga kreativitas anak-anak.
No comments:
Post a Comment